Kriminal

Edarkan 8 Kg Sabu, Dua Warga Tanjung Balai Dituntut 18 Tahun Bui

Asahannews – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti, Evi Yanti Panggabean menuntut dua terdakwa yakni Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy (51) dan Chairuddin Panjaitan alias Rudi (31) masing-masing selama 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujar JPU dalam sidang virtual di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/3/2021).

Dalam amar tuntutan JPU menyebutkan kedua warga Tanjung Balai ini dinilai terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 8 kg di mana 5 kg di antaranya disimpan di Mess Pemko Tanjung Balai. Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar JPU Evi Yanti di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Ali Tarigan.

Setelah mendengar amar tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan  (pledoi) dari kedua terdakwa maupun penasehat hukumnya. Dalam dakwaan JPU Chandra Priono Naibaho, pada tanggal 25 September 2020 lalu, terdakwa Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 2 kaleng roti besar.

Di dalam kaleng itu terdapat 10 bungkus plastik teh cina masing-masing berisi sabu 1 kg, dengan total 10 kg yang telah diletakkan di Jalan Mesjid Tanjung Balai. Lalu, Jimmy bersama terdakwa Chairuddin Panjaitan mengambil kaleng tersebut dan membawanya ke Medan.

Pada  26 September 2020, kedua terdakwa menginap di Kamar Nomor 205 Mess Pemko Tanjung Balai Jalan Karya Jaya Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor. Kemudian, kedua terdakwa menyimpan sabu 10 kg itu di dalam lemari kamar. Sekira jam 19.00 WIB, kedua terdakwa pergi mengantarkan sabu 2 kg kepada Ijal (DPO) di Jalan SM Raja Medan.

Satu jam kemudian, kedua terdakwa kembali mengantarkan sabu 3 kg ke Jalan SM Raja. Saat Jimmy meletakkan sabu 3 kg di aspal jalan, tiba-tiba datang petugas Polrestabes Medan langsung melakukan penangkapan.

Selanjutnya, petugas juga menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh cina berisi sabu 5 kg di penginapan kedua terdakwa. Keduanya mengakui telah membawa sabu 10 kg ke Medan.

Namun, sabu 2 kg telah berhasil diantar kepada Ijal dan keduanya mendapat upah sebesar Rp 40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut. Selanjutnya, kedua terdakwa beserta barang bukti sabu 8 kg dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut. (RED03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button