Nasional

Sekolah Tatap Muka Terbatas Dimulai Juli 2021

Asahannews – Pemerintah telah resmi mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). SKB ini mengatur terkait dimulainya pembelajaran sekolah tatap muka secara terbatas pada Juli 2021 mendatang.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, SKB yang dikeluarkan tersebut, ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama. Dan selanjutnya pemerintah daerah diminta mensosialisasikan serta pengawasan saat pelaksaanaannya kelak.

“Sehubungan dengan itu, Pemerintah Pusat meminta pemerintah daerah untuk mensosialisasikan terhadap keputusan pembelajaran tatap muka yang telah dirancang oleh lintas kementerian ini,” ungkapnya, Kamis (1/4/2021)

Agar pembelajaran tatap muka mendatang berlangsung dengan baik, maka pemerintah memastikan bahwa para tenaga pendidik pun akan mendapatkan vaksin Covid-19. Dan vaksinasi kepada tenaga pendidik ditarget dapat selesai pada Juni 2021 mendatang.

Kemudian, untuk vaksin kepada para tenaga pendidik atau guru tersebut, pemerintah menargetkan sebanyak 5,8 juta orang akan berpartisipasi.

“Target ini ditetapkan tentunya ditetapkan setelah melewati berbagai macam pertimbangan, dan disesuaikan kemampuan vaksinasi di lapangan,” pungkas Wiku.

Di sisi lain, Peta Zonasi Risiko per 28 Maret 2021 semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Tren daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi, kembali mengalami penurunan. Perkembangan baik harus dipertahankan dan harus terus ditingkatkan lagi agar daerah segera masuk ke zona hijau.

“Catatan zonasi nasional mencatatkan capaian yang baik. Dimana jumlah kabupaten/kota zona merah terus menurun 50 persen yaitu dari 10 menjadi 5 kabupaten/kota,” ungkap Wiku.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada zona oranye atau risiko sedang yakni dari 313 menjadi 301 kabupaten/kota. Namun, yang perlu menjadi perhatian terjadinya peningkatan pada zona kuning atau risiko rendah dari 183 menjadi 201 kabupaten/kota.

“Sementara zona hijau tidak ada kasus baru sebanyak 6 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak 1 kabupaten/kota,” bebernya. (RED03)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button