Nasional

Meterai Palsu Beredar, Potensi Kerugian Negara Capai Rp37 Miliar

Ciri-ciri meterai asli. (Foto: Istimewa)

Asahannews.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengungkap praktik pemalsuan meterai. Tindakan pelanggaran hukum ini menimbulkan potensi kerugian pendapatan negara sebesar Rp37 miliar.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Neilmaldrin Noor mengatakan meterai merupakan pajak atas dokumen yang merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan penyelenggaraan negara.

“Pemalsuan meterai merupakan tindakan yang merugikan keuangan negara sekaligus seluruh masyarakat Indonesia,” kata Neilmaldrin Noor, Kamis (18/3/2021)

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengungkapkan modus yang dilakukan para tersangka adalah mencetak dan menjual meterai palsu nominal enam ribu dan sepuluh ribu rupiah.

“Kelompok tersangka yang terdiri dari enam orang telah melakukan kegiatan pemalsuan meterai sejak tiga setengah tahun yang lalu. Jika diakumulasikan, maka potensi kerugian negara bisa mencapai sekitar 37 miliar,” sebutnya.

Direktur Operasi Peruri, Saiful Bahri mengingatkan masyarakat agar mengetahui ciri meterai asli melalui tiga indikator antara lain meterai asli dapat diketahui dengan dilihat, diraba, dan digoyang. Jika dilihat, meterai asli memiliki tiga bentuk perforasi (lubang) yakni bulat, oval, dan bintang.

“Teknologi cetak dari Peruri juga menjadikan angka enam ribu dan sepuluh ribu pada meterai terasa kasar jika diraba. Saat meterai digoyang, akan terjadi color shifting (perubahan warna),” urainya.

DJP mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada akan meterai tempel palsu dan meterai tempel bekas pakai (rekondisi). Masyarakat diimbau untuk meneliti kualitas dan memperoleh meterai tempel dari penjual yang terpercaya.

”Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJP, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia dan Perum Peruri atas kerja samanya mengungkap dugaan tindak pidana pemalsuan meterai” jelas Neilmaldrin.

Diketahui, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menangkap enam tersangka pemalsuan meterai. Penangkapan dilakukan di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 10 dan 11 Maret 2021.

Para tersangka berinisial SRL, WID, SNK, BST, dan HND. Satu tersangka lain, yaitu AST merupakan napi yang berada di Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Namun, ada satu tersangka yang berstatus buron hingga saat ini, yaitu MSR. (RED03)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button