Nasional

Jaksa Agung R Soeprapto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Jaksa Agung Soeprapto Berani Periksa Menteri dan Jenderal

Jaksa Agung R Soeprapto diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. (Foto: Istimewa)

Jaksa Agung R Soeprapto diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. (Foto: Istimewa)

Asahannews.com – Jaksa Agung RI Burhanuddin mengusulkan Jaksa Agung R Soeprapto sebagai Pahlawan Nasional. Kebijakan dan ketegasan R Soeprapto menjunjung tinggi supremasi hukum yang terlihat dalam penanganan perkara, menempatkannya layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

“Saya berharap masyarakat dapat mengenang kontribusi Jaksa Agung R Soeprapto sebagai pahlawan penegakan hukum di Indonesia,” kata Jaksa Agung RI Dr Burhanuddin, Kamis (18/3/2021).

Dia menyampaikan R Soeprapto merupakan Jaksa Agung Republik Indonesia ke-4 pada periode 1950-1959. Semasa hidupnya, R Soeprapto dikenal sebagai figur yang tegas, berwibawa, dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia.

“Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan pendiriannya,” ucapJaksa Agung RI.

Sosok yang lahir di Trenggalek pada 27 Maret 1897 tersebut mengawali karirnya sebagai hakim di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya sebagai Kepala Landraad Cheribon-Kuningan, juga menjadi penggagas hukum di Karesidenan Besuki, hingga pada Maret 1942, R Soeprapto menduduki jabatan sebagai Kepala Pengadilan Karesidenan Pekalongan

“Bahkan kontribusi beliau terus berlanjut setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. R Soeprapto tetap melanjutkan karirnya di Pengadilan Keresidenan Pekalongan hingga pada tahun 1950, lalu beliau kembali lagi ke Jakarta dan mulai meniti karirnya di bidang penuntutan untuk menjadi Jaksa Agung Republik Indonesia,” jelasnya.

Selama karirnya sebagai Jaksa Agung, R Soeprapto mampu menunjukkan dedikasinya terhadap penegakan hukum di Indonesia, meskipun pada saat itu negara sedang mengalami ketidakstabilan politik. Namun hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat juang R Soeprapto untuk tetap berkarya sebagai Jaksa Agung yang merupakan Penuntut Umum tertinggi sekaligus Kepala Kepolisian Yustisial.

Kebijakan dan ketegasan R. Soeprapto dalam menjunjung tinggi supremasi hukum terlihat dalam penanganan perkara. Sederet menteri seperti Roeslan Abdulgani, Kasman Singodimedjo, dan Sumitro Djojohadikusumo sempat diseret ke meja hijau oleh R Soeprapto.

“Bagi beliau tidak ada imunitas dalam hukum, tak terkecuali para pejabat negara. Selain itu, berbagai perkara penting pun mampu ditangani oleh R Soeprapto kala itu, diantaranya perkara Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Sultan Hamid, Andi Aziz-RMS, Junschlaeger, dan Schmidt,” urainya.

Bahkan, R Soeprapto juga tidak segan untuk tampil dalam menangani perkara-perkara pemberontakan atau pergolakan bersenjata di daerah. Meskipun Ia sempat mendapatkan kecaman dari masyarakat Indonesia atas keputusan kontroversialnya yang memulangkan seorang Belanda atas kasus “Pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia, dan bahkan menyebabkan Ia diberhentikan dengan hormat oleh Presiden Soekarno pada 1 April 1959. Peran tersebut menunjukkan kepada kita bagaimana sosok R Soeprapto dalam menempatkan hukum di atas kepentingan yang lain,” paparnya.

Karena itulah, R Soeprapto telah banyak berjasa kepada negara khususnya di bidang penegakan hukum, hingga kemudian Ia ditetapkan sebagai Bapak Corps Kedjaksaan berdasarkan Keputusan Djaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-061/DA/7/1967.

“Untuk mengenang pengabdian dan darmabakti R Soeprapto selama menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia ke-4, maka telah cukup alasan baginya untuk dapat diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” bebernya. (RED03)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button