|

Wapres Jusuf Kalla Apresiasi Kinerja Polri

yusf-kalaJAKARTA–AN: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi Kapolri dan jajaran kepolisian, terutama tim Densus 88 yang telah berhasil menewaskan gembong terorisme Noordin M Top dan kawan-kawan.

“Kita patut apresiasi Kapolri dan kepolisian terutama juga Densus 88 dengan upaya tanpa lelah menjaga keamanan bangsa,” ujar Kalla kepada pers di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (17/9).

Sebelumnya, Kapolri Bambang Hendarso Danuri memastikan orang yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Densus 88 di Solo, Rabu malam, adalah Noordin M Top.

“Kita telah mendengar laporan tewasnya Noordin M Top dan kawan-kawan. Ini adalah upaya terus-menerus selama 7 tahun. Ini adalah prestasi yang harus diapresiasi,” katanya.

Kalla berharap, tewasnya Noordin M Top dapat mengurangi geliat gerakan terorisme di Indonesia.  Ia mengingatkan, bagaimanapun sisa-sisa ideologi terorisme yang menghalalkan bom bunuh diri dan pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah masih ada dan membekas.

Oleh karenanya, kendati Noordin M Top telah tewas, polisi harus tetap waspada dan memprioritaskan diri pada program pembinaan masyarakat.  “Bagaimanapun pasti masih ada sisa ideologi terorisme yang menghalalkan bom bunuh diri, yang menghalalkan pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah dan menganggap itu sebagai jihad. Bukan hanya polisi, ini tugas kita semua. Termasuk juga ulama untuk mengurangi ideologi terorisme,” tutur Kalla.

Ia menambahkan, tewasnya Noordin M Top juga telah mengangkat citra kepolisian yang dulu sempat tercoreng akibat aksi baku tembak di Temanggung yang dinilai banyak pihak berlebihan.

Kalla pun berpesan, saatnya umat Islam dan pemuka agama untuk memberikan pembinaan, reedukasi, dan melakukan dakwah ulang agar benih-benih terorisme tidak menyubur.

“Dulu kita pernah membentuk tim di kantor wapres bersama MUI dan itu masih berjalan. Polisi juga harus melakukan sosialisasi khusus, agar orang berpikir ulang untuk melakukan kegiatan terorisme. Biasanya peristiwa semacam ini kemudian menjadi pelajaran, yang penting ditangkap atau terbunuh dulu. Kita tidak bisa ambil resiko,” pungkas Kalla. (MP/OL-03) sumber http://mediaindonesia.com

Short URL: http://asahannews.com/?p=714

Posted by on Sep 17 2009. Filed under TERORIS. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented