Teknologi Penghancur Tank Milik Taliban Berasal Dari CIA?
KABUL (SuaraMediaNews) – Dalam mendukung tudingan resmi AS bahwa Iran mempersenjatai musuh bebuyutan negara Paman Sam tersebut, Taliban, maka kepala Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), Dennis Blair, tahun lalu “mengutip pernyataan” yang dilontarkan oleh seorang komandan gerakan Taliban. Dalam kutipan tersebut, Blair mengatakan bahwa kegigihan perlawanan kelompok gerilyawan tersebut dalam menghadapi pasukan koalisi NATO, adalah berkat bantuan militer dari Iran.
Pernyataan ODNI tersebut nyaris dikutip kata per kata dari sebuah artikel yang dimuat oleh The Telegraph pada tanggal 14 September 2008. Dalam artikel tersebut dituliskan, “Seorang komandan Taliban mengatakan bahwa keberhasilan operasi untuk menghalau pasukan koalisi adalah berkat dukungan persenjataan yang dipasok oleh Iran.”
Yang membedakan kutipan ODNI dengan Telegraph hanya terletak pada jumlah komandan Taliban, dalam artikel Telegraph, disebutkan bahwa hanya ada satu komandan Taliban, sementara versi ODNI menyebutkan “para komandan Taliban.”
Dalam artikel, jurnalis Inggris, Kate Clark, mengutip perkataan ‘seorang komandan Taliban’. “Ada sebuah ranjau darat yang disebut Dragon. Iranlah yang mengirimkannya. (Ranjau tersebut) langsung mengenai sasaran dan mampu membunuh banyak orang.”
‘Komandan’ tersebut mengatakan bahwa ranjau baru tersebut mampu menghancurkan tank-tank berukuran besar, dimana ranjau anti-tank yang biasa hanya dapat menyebabkan “kerusakan kecil.”
Jika benar, maka pernyataan bahwa senjata anti-tanklah yang paling banyak menewaskan pasukan AS dan NATO adalah sebuah pekembangan besar dalam perang Afghanistan. AS mengatakan bahwa bom pinggir jalanlah yang menjadi penyebab terbesar angka kematian pasukan asing di Afghanistan.
Dalam meningkat pesatnya angka kematian pasukan koalisi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sebagian diantaranya disebabkan oleh semakin mematikannya ranjau-ranjau Taliban.
Namun, “klaim” tersebut justru amat bertentangan dengan fakta yang ditemukan oleh Departemen Pertahanan AS, pasukan Kanada yang berada di Afghanistan, dan Taliban sendiri. Ditemukan bahwa meningkatnya angka kerusakan tank-tank NATO oleh gerakan Taliban ternyata “didalangi” oleh ranjau anti tank yang diberikan sendiri oleh AS kepada para mujahidin di Afghanistan pada tahun 1980an dulu.
Namun, menurut sebuah badan di Pentagon yang bertanggung jawab dalam memerangi bom pinggir jalan di Irak dan Afghanistan, meningkatnya ancaman Taliban terhadap kendaraan tempuh AS dan NATO bukan berasal dari teknologi baru Iran, namun dari ranjau buatan Italia yang merupakan sisa-sisa bantuan militer yang diberikan oleh CIA kepada gerakan mujahidin yang berperang melawan Soviet pada tahun 1980an.
Menanggapi penyelidikan dari IPS, Joint Improvised Explosive Device Defeat Organization (JIEDDO), sebuah lembaga gabungan yang beranggotakan para staf Departemen Pertahanan AS yang didirikan untuk memperkecil dampak bahan peledak yang dipergunakan terhadap pasukan AS dan pasukan koalisi, dalam sebuah e-mail mengatakan bahwa ranjau anti-tank TC-6 buatan Italia “sangat umum” dijumpai di wilayah-wilayah yang didominasi Taliban, ranjau tersebut juga telah dimodifikasi untuk meningkatkan serangan bahan peledak yang telah dimodifikasi (Improvised Explosive Device/IED) agar menjadi semakin mematikan.
Kombinasi dari dua atau tiga buah ranjau anti-tank menjadi sebuah bom yang lebih mematikan disebut-sebut merupakan penyebab dari semakin mematikannya ranjau anti-tank yang dipergunakan oleh Taliban.
“Klaim komandan Taliban” yang mengungkapkan mengenai adanya persenjataan baru yang lebih efektif dan dipasok oleh Iran, tampaknya memang adalah sebuah informasi bohong yang sengaja dihembuskan oleh pers Barat.
Penulis Inggris, Jason Elliot, yang sering bepergian ke Afghanistan sejak tahun 1979, dalam sebuah buku terbitan 2001 yang berjudul “Min(d)ing Afghanistan”, menuliskan bahwa ranjau TC-6 buatan Italia adalah ranjau anti-tank yang paling umum dipergunakan di Afghanistan. Bahan peledak seberat 15 pound (6,8 kilogram) tersebut, tulis Elliot, “mampu membalikkan sebuah tank seperti halnya seekor elang laut membalikkan bayi kura-kura.”
“Klaim” Taliban tersebut dikutip oleh ODNI dalam tanggapan tertulis terhadap catatan dari Komite Intelijen Senat AS menyusul “kesaksian” dari Blair di hadapan Komite tersebut pada tanggal 12 Februari 2009. Tanggapan tersebut dirilis oleh Federasi Ilmuwan Amerika dibawah Undang-Undang Kebebasan Informasi pada tanggal 30 Juli.
Dalam tulisan ODNI, disebutkan: “Iran secara diam-diam memasok persenjataan kepada gerakan Afghanistan meski secara publik, (Iran) bertindak sebagai pendukung pemerintahan Afghanistan,” ODNI menambahkan, sebagai bukti dari pasokan senjata rahasia dari Iran, “Para komandan Taliban mengatakan kepada publik bahwa keberhasilan mereka dalam menghalau pasukan koalisi bersumber dari dukungan Iran.”
Berdasarkan pengamatan Elliot, ada jutaan buah ranjau yang masih terkubur di dalam tanah sejak periode penjajahan Soviet berakhir. Namun menurut PBB, hanya ada 20.000 ranjau anti-tank yang telah dimusnahkan sejak tahun 1989.
Sebuah “bukti” lebih lanjut bahwa Taliban memang mempergunakan ranjau TC-6 untuk menghancurkan tank-tank NATO, adalah sebuah foto yang dirilis oleh al-Jazeera pada tanggal 1 Mei 2007 dalam sebuah ruang penyimpanan bahan peledak Taliban di propinsi Helmand. Foto tersebut diambil oleh fotografer koresponden James Bays, dalam foto tersebut diperlihatkan dua orang pembuat bom yang tengah memodifikasi sebuah ranjau yang terlihat sama persis dengan ranjau anti-tank TC-6.
Pasukan Kanada di propinsi Kandahar menghadapi serangan terberat dari ranjau anti-tank Taliban di Afghanistan. Menurut data kematian yang dirilis di situs web pasukan Kanada, sejak permulaan tahun 2007, 57 dari 81 orang pasukan Kanada kehilangan nyawa di Afghanistan karena bom pinggir jalan dan ranjau anti-tank.
Kapten Dean Menard, juru bicara pasukan Kanada di Kandahar, dalam sebuah wawancara telepon dengan IPS, mengatakan bahwa sebagian perlengkapan tempur yang dipergnakan oleh Taliban terhadap tank-tank Kanada “berasal dari era penjajahan Soviet”. Merujuk pada ranjau-ranjau yang dipasok oleh AS dalam perang melawan Soviet. (dn/ips) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=836



