Syiria: Israel Timbun Nuklir Di Tanah Sengketa
DAMASKUS (Asahan News) – Syiria kembali digeramkan ulah Israel yang beberapa waktu lalu sengaja membuang limbah nuklir ke Dataran Tinggi Golan, wilayah yang selama ini menjadi sengketa dua negara tersebut sejak perang enam hari pada 1967.
Dalam sebuah laporan yang berjudul Penderitaan Warga Sipil Syiria Di Tanah Golan (The suffering of Syrian citizens in the Golan) yang dikirimkan kepada PBB, para pejabat Syiria mengatakan bahwa rezim Zionis Israel telah menggunakan beberapa terowongan di Golan untuk menimbun limbah nuklir, surat kabar Mesir Al-Ahram melaporkan.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Israel telah menggali terowongan di Bukit Hermon untuk menyembunyikan kepala bom nuklir. Menurut laporan Syiria, Israel juga menanam sejumlah ranjau darat di wilayah tersebut.
Tahun 2003 lalu, Israel terbukti melakukan penimbunan limbah nuklir dari Dimona di Bukit Hermon.
Tel Aviv tentu saja menolak tuduhan tersebut, mengatakan bahwa “terowongan-terowongan” tersebut merupakan galian yang digunakan pasukan anti-tank selama perang.
Sedangkan PBB, dibawah kekuasaan AS, belum melakukan tindakan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hal tersebut kemungkinan karena kejahatan tersebut berhubungan dengan Israel, salah satu sekutu terdekat AS.
Syria tidak akan melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan Israel kecuali negara Yahudi tersebut dipercaya untuk menarik diri dari Dataran Tinggi Golan yang terjajah, Menteri Luar Negeri Syria mengatakan.
“Jika Israel tidak menghormati syarat-syarat ini maka tidak ada pentingnya melaksanakan perundingan yang tidak berguna,” Walid al-Moulem mengatakan.
Peristiwa panas tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi terkait Dataran Tinggi Golan.
Komite Yordania beberapa bulan lalu menemukan bukti bahwa Israel telah mencemari sumber air bersih Yordania dengan limbah dari Dataran Tinggi Golan.
“Israel memompa limbah air dari Golan ke Kanal King Abdullah selama lima hari tanpa diketahui pemerintahan Yordania,” kata kepala panel, Hashem Shboul dalam sebuah konferensi pers.
Komite tersebut juga melaporkan, pencemaran tersebut terjadi awal Maret lalu.
“Sampai saat ini pihak pemerintahan Yordania belum mengetahui secara jelas jenis limbah yang diedarkan Israel,” kata Shboul, yang juga merupakan mantan Menteri Perairan, dalam sebuah laporan.
Tidak lama setelah berita ini diturunkan, Israel memberikan pengelakan, bahwa pencemaran air Yordania
tersebut dikarenakan Yordania membuang limbah minyak dan air selokan mereka ke Sungai Yarmouk.
Sebagai kompensasinya, Israel meminta air sebanyak 50.000-60.000 kubik air selama musim panas mendatang.
“Meskipun tudingan Israel benar, permintaan tersebut tidak mungkin kami penuhi karena jumlah yang mereka minta jauh lebih besar daripada jumlah air yang tercemar,” kata Sekretaris Umum Yordania, Musa Jamaani.
Menteri Perairan dan Irigasi Yordania memutuskan menghentikan aliran dari Kanal King Abdullah yang menyediakan air bersih bagi Amman setelah ditemukannya limbah “kiriman” Israel dalam sepertiga persediaan air. (/al/pt/sm) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=852



