Presiden Salurkan Zakat Lewat Baznas
Asahannews.com- JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalurkan zakat fitrah dan dan zakat penghasilan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (16/9) sore.
Pengurus Baznas tiba di Kantor Presiden sekitar pukul 16:00 WIB dipimpin oleh Ketua Umum Baznas Didin Hafidhuddin. Pada tahun 2009 ini Presiden menunaikan zakat fitrah diri beserta keluarga dan tanggungannya sejumlah 35 orang senilai Rp1.575.000 dan zakat penghasilan senilai Rp20.980.905.
Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat muslim yang mampu dan diberikan kepada amil zakat (Q.S 9:60) untuk kemudian dikelola dan disalurkan kepada para mustahiq (penerima zakat) sehingga mampu memberdayakan ekonomi, kesehatan dan pendidikan umat secara berkesinambungan.
Baznas menyalurkan sebagian besar dana zakat, infaq dan shadaqah yang diterima dalam bentuk program-program yang memberdayakan yang terbagi ke-dalam lima program utama yaitu Indonesia Peduli (bantuan tanggap darurat kebencanaan), Indonesia Makmur (program pemberdayaan ekonomi), Indonesia Sehat (program layanan kesehatan), Indonesia Cerdas (program pemberdayaan pendidikan), dan Indonesia Takwa (program dakwah dan keagamaan). Melalui program-program tersebut diharapkan para mustahiq akan menjadi berdaya dan mandiri serta tidak memiliki sikap dan perilaku mengemis. Hal yang sejalan dengan Fatwa MUI yang dilansir baru-baru ini tentang haramnya perilaku mengemis.
Bentuk kepedulian Baznas terhadap peristiwa bencana di Tanah Air baru-baru ini ditunjukkan dengan bersama-sama membantu meringankan beban para korban Gempa di Jawa Barat yang terjadi pada 2 September 2009 lalu.
Selain memberikan bantuan tanggap darurat, Baznas juga melakukan pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada beberapa objek vital seperti pipanisasi air bersih, fasiltas Mandi Cuci Kakus (MCK), rehabilitasi masjid, musholla dan pesantren serta rehabilitas beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
“Pada pekan ini, pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan setiap wilayah direncanakan sudah dimulai di tiga titik lokasi Posko Baznas dengan total anggaran senilai Rp1 miliar,” kata Didin Hafidhuddin. Ketiga titik lokasi tersebut adalah di Tasikmalaya, Garut (Desa Cibalang) dan Desa Cicangkareng (Cianjur Selatan). (Ant/OL-03) sumber : http://mediaindonesia.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=656



