Pergantian Dirut PDAM, akankah Distribusi Air Bersih Lancar?
asahan ( berita PDAM )
Dengan diangkatnya Robinson Situmorang sebagai Plt Dirut PDAM yang baru menggantikan Syamsuar, warga Asahan saat ini berharap agar mutu pelayanan PDAM dalam penyaluran air bersih lebih baik dari saat Syamsuar menjabat. Namun timbul pertanyaan di hati masyarakat Asahan, apakah Robinson mampu untuk memperbaiki kinerja PDAM Tirta Silau Piasa (TSP).
Susilawady, Kisaran
Saat ini yang paling penting untuk dilakukan oleh Robinson adalah memperbaiki kinerja PDAM TSP Kisaran yang mempunyai segudang permasalahan. Di mana berbagai permasalahan di PDAM TSP adalah gaji pegawai yang belum diberikan, pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat pelanggan yang sudah 2 tahun tersendat-sendat.
Oman Lukmanul Hakim Ketua DPP Barisan Mahasiswa Asahan (Barmas) ketika mendengar pencopotan Syamsuar sebagai Direktur PDAM TSP mengatakan, secara pribadi ia menilai bahwa pencopotan Syamsuar sebagai Dirut PDAM TSP terlampau lama diulur-ulur.
Padahal permaslahan yang terjadi di tubuh PDAM sangat kompleks.
“Tunggakan PLN, bertumpuknya tenaga kerja honorer, prasarana yang sudah tidak layak, mutu air yang didistribusikan merupakan berbagai persoalan yang harus diatasi oleh Dirut PDAM yang baru. Jika melihat banyaknya persoalan ini, mampukah Dirut PDAM yang baru mengatasinya,” tanya Oman.
Menurut Oman, kesalahan itu bukan sepenuhnya tanggung jawab Syamsuar, selaku Direktur PDAM yang lama. Namun peranserta Bupati Asahan Drs H Risuddin sebagai kepala daerah juga harus bertanggung jawab dengan permasalahan yang ada.
Sekda Erwin S Pane selaku badan pengawas semestinya yang paling bertanggung jawab terkait masalah yang menumpuk di PDAM.
“Sebagai badan pengawas, Erwin seharusnya sudah melaporkan kondisi PDAM yang sebenarnya terjadi kepada bupati selaku kepala daerah. Namun bila badan pengawas sudah bekerja sesuai dengan fungsinya, berarti persoalan yang selama ini terjadi di PDAM adalah salah kepala daerah yang tidak mempedulikan kebutuhan air bersih untuk masyarakatnya,” ucap Oman.
Di tempat terpisah Ruspin, Staf PDAM TSP ketika ditemui di ruang kerjannya mengatakan, Direktur PDAM yang baru Robinson semenjak dilakukan pengangkatannya sudah mulai berkerja dan menyiapkan langkah-langkah untuk menyahuti kebutuhan air bersih para pelanggan.
“Kami sudah menjajaki PLN Ranting Kisaran terkait tunggakkan rekening PDAM TSP dan sudah menyiapkan langkah untuk memperbaiki kinerja PDAM,” ujar Ruspin.
Sementara itu Syamsuar mantan Direktur PDAM ketika dihubungi oleh wartawan mengatakan, pipa dan peralatan yang digunakan PDAM tergolong tua, sehingga dibutuhkan pembaharuan. Selain itu, PDAM juga menanggung pembayaran dari pelanggan yang masih punya tunggakan dari tahun 2002 hingga saat ini sekitar mencapai Rp4 miliar.
Semua masalah itu, kata Syamsuar, telah dilaporkankannya kepada DPRD Asahan dan pemkab, namun hingga saat ini belum ada jawaban dari mereka untuk penyelesaian masalah tersebut. (***)
sumber : metrosiantar.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=1717


