Minyak Kian Membawa Gairah
asahan ( berita ekonomi )
Jakarta – Harga minyak dunia diprediksi akan terus menguat bahkan menuju level US$ 82 per barel. Banyak yang menganggap lonjakan ini merupakan sinyal bagi pemulihan ekonomi dunia.
Setelah menyentuh level US$ 77,96 per barel, untuk pengiriman November depan, harga si emas hitam diyakini bakal terus merangkak menuju tataran US$ 82. Perkiraan ini muncul setelah adanya indikasi yang menunjukkan terjadinya pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
Prediksi inilah yang semakin mendorong para investor untuk memborong sejumlah komoditas, termasuk minyak. Pergerakan harga pun tak bisa dibendung lagi, terus meningkat.
Para petinggi di tubuh organisasi negara-negara penghasil minyak OPEC sendiri, tampaknya, setuju, dengan pendangan ini. Mereka yakin, pemulihan sedang berlangsung dan ini akan meningkatkan permintaan minyak dunia.
Menurut perhitungan organisasi ini, tahun ini konsumsi minyak dunia akan mencapai 84,24 juta barel per hari (bph) atau atau 190 ribu barel lebih tinggi dari perkiraan awal tahun. Sementara untuk tahun depan, konsumsi diprediksi akan meningkat lagi sekitar 0,69 juta bph menjadi 84,93 juta bph.
Kalau perhitungan ini menjadi kenyataan, dipastikan harga komoditas lain di luar minyak (seperti batubara dan CPO) akan terus menguat. Memang, kalkulasi inilah yang mendorong investor asing di hari-hari terakhir ini getol mengoleksi saham batubara dan efek-efek dari sektor perkebunan. [mdr]
sumber : inilah.com
fhoto : inilah.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=1244


