Kisaran : Camat Kutip KTP Warga, Dukung Salah satu Balon Bupati
asahan ( berita pemilukada asahan )
KISARAN-METRO; Seorang oknum Camat Kota Kisaran Timur terlibat sebagai tim sukses pemenangan salahseorang balon bupati Asahan. Ini sesuai hasil temuan Balon Bupati Asahan dari calon perseorangan, Muklis Bela.
Muklis bersama tim sukses dari sejumlah balon bupati Asahan dari perseorangan menangkap basah Camat Kota Kisaran Timur Z Yanda dan sejumlah lurah saat sedang bekerja mempersiapkan dokumen kependudukan untuk 140 warga di Kelurahan Gambir Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur yang memberikan dukungan kepada salahsatu balon. Dukungan dari tanda tangan 140 warga ini dibubuhkan dalam 7 lembar surat dukungan.
Camat Kota Kisaran Timur Yanda tak berkutik saat tertangkap tangan oleh tim sukses pemenangan balon Bupati Asahan dari calon perseorangan. Yanda terlihat hanya pasrah ketika akhirnya dokumen ini terpaksa harus disita anggota Panwaslukada versi bentukan Bawaslu.
“Untuk sementara kita akan menyimpan berkas ini, dan kami akan segera mempelajarinya untuk segera ditindaklanjuti,” ujar anggota Panwaslukada Asahan versi Bawaslu, Husaini Abduh, kemarin.
Sementara itu balon Bupati Asahan, Muklis Bela menyatakan, rumor politik tentang keterlibatan PNS dalam berpolitik praktis ternyata tidak hanya isapan jempol. Tertangkapnya Camat Kota Kisaran Timur dan sejumlah lurah membuktikan jika PNS di daerah ini dilibatkan untuk memenangkan balon tertentu.
“Ini bukti bahwa Pemilukada di Asahan berlangsung curang. Yanda selaku camat di Kecamatan Kisaran Timur dan sejumlah lurah tertangkap basah di kantornya, di Jalan Ahmad Yani, Jalinsum Medan-Rantau Prapat saat mengumpulkan tanda tangan untuk memenangkan salahseorang balon bupati,” ucap Muklis.
Menurut Muklis, mereka memergoki kegiatan camat dan para lurah itu karena kecurigaan mereka selama ini. Namun baru kali ini pihaknya bisa membuktikan adanya dugaan keterlibatan PNS dalam memenangkan balon tersebut.
Selain menyita surat dukungan, Panwaslukada versi Bawaslu juga menyita barang bukti lainnya, yakni berupa 12 lembar kartu keluarga. Penyitaan dokumen kependudukan ini disaksikan Kasat Intel Polres Asahan AKP Asmara Jaya, serta anggota KPU Asahan, Ibnu Hajar Saragih.
Penyerahaan barang bukti ini ke Panwaslukada versi Bawaslu setelah terjadi mufakat antara pihak KPU Asahan, Polres Asahan, balon Bupati Asahan, Muklis Bela serta anggota tim sukses dari masing-masing balon Bupati Asahan.
Sekda Akui Instruksi Pemda
Sementara itu secara terpisah, Sekdakab Asahan, Erwin Syahrul Pane berdalih pengumpulan kartu keluarga (KK) milik warga tersebut adalah upaya pelayanan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Soalnya, walau KTP telah digratiskan, namun tingkat kepemilikan KTP warga masih rendah.
“Baru 30 persen warga yang punya KTP, padahal kita sudah gratiskan,” ujarnya beralasan.
Erwin mengakui Pemkab Asahan saat ini telah menginstrtuksikan kepada seluruh camat di daerah ini untuk bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga terkait pembuatan KTP.
“Keterlibatan camat ini secara langsung selain untuk menghindari calo, juga adalah sebagai bentuk pelayanan dari aparatur pemerintah daerah. Ya memang benar. Saya telah menginstruksikan kepada para camat untuk membantu warga dalam pembuatan KTP. Tujuannya agar pemerintah daerah bisa mengetahui secara pasti jumlah rumah tangga yang belum memiliki KTP atau KK,” ujar Erwin.
Saat itu Erwin berdalih bahwa para apartatur pemerintah daerah membantu masyarakat secara langsung dalam pembuatan KTP atau KK. Itu terpaksa dilakukan oleh pemerintah daerah, karena tingginya tingkat keluhan warga tentang tingginya tingkat kesulitan warga dalam pembuatan KTP. Oleh karena itu, papar dia, dalam memberikan pelayanan yang mudah kepada masyarakat dilakukan sistem jemput bola.
Erwin menampik bantuan pemda dalam pembuatan KTP dan KK secara langsung ini untuk kepentingan bagi dukungan politik dari warga masyarakat kepada balon yang akan maju sebagai balon Bupati Asahan dari calon perseorangan. Karena isu politik yang beredar di daerah ini, balon tersebut disebut-sebut gagal memperebutkan perahu dari partai politik tempatnya bernaung selama ini. “Itu tidak benar. Pengumpulan KTP/KK ini tidak ada kaitannya dengan tujuan politi,” bantah Erwin. (van)
sumber : metrosiantar.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=1715



