< align="right">asahannews.com

Daerah Wisata Asahan

 

September 6th, 2009

Kisaran asahan : Demo PLN Ricuh, 13 Pendemo Diamankan

KISARAN-METRO; Kantor PT PLN Ranting Kisaran di Jalan Sutomo kembali menjadi sasaran unjuk rasa para pelanggan PLN, Jumat (49) sore sekira pukul 16.20 WIB. Bahkan, demonstrasi yang menuntut penghentian pemadaman listrik selama bulan Ramadan tersebut berakhir ricuh. Aparat kepolisian pun mengamankan 13 pendemo ke Mapolres Asahan untuk diperiksa.

Petugas terpaksa mengamankan para pendemo karena tidak memiliki izin berunjuk rasa ke kantor PT PLN Ranting Kisaran kepada pihak Polres Asahan.

Awalnya, warga yang mengatasnamakan pelanggan listrik Asahan dengan korlap Aditia Prahmana, berunjuk rasa ke kantor PT PLN Ranting Kisaran Jumat (4/9) siang sekira 11.00 WIB. Selama lebih kurang 1 jam mereka berorasi untuk meminta kembali Kepala PT PLN Ranting Kisaran M Marpaung agar menjelaskan kepada para pendemo terkait masih terjadinya pemadaman listrik di Kota Kisaran.

Massa memberikan tenggang waktu selama 15 menit kepada Kepala PLN Ranting Kisaran untuk menemui pendemo. Namun, M Marpaung tidak juga muncul di hadapan pendemo. Merasa tidak mendapat respon, akhirnya massa mencoba menerobos barisan barikade pihak Polres Asahan yang sudah standy by di belakang pagar kantor PT PLN Ranting Kisaran.

Aksi dorong-mendorong antara pengunjuk rasa dengan petugas Polres Asahan pun pecah. Pasalnya, pendemo berusaha membuka paksa pagar kantor PT PLN Ranting Kisaran dan terus meringsek masuk. Petugas Polres Asahan yang melakukan pagar betis balik mendorong para pengunjuk rasa keluar pagar kantor PT PLN Ranting Kisaran.

Setelah aksi saling dorong itu, massa yang mengatasnamakan pelanggan listrik Asahan, dengan megaphone mengumumkan mereka akan membubarkan diri, dan akan datang kembali ke kantor PT PLN Ranting Kisaran setelah salat Jumat.

Janji itu ternyata ditepati pendemo. Sekira pukul 14.30 WIB, massa yang mengatasnamakan pelanggan listrik Asahan, kembali mendatangi kantor PT PLN Ranting Kisaran dengan mengunakan mobil pick up dan 3 loudspeaker. Setibanya di kantor PLN, pengunjuk rasa langsung berorasi yang intinya meminta kepala PT PLN Ranting Kisaran M Marpaung agar menemui pendemo serta pihak PLN tidak lagi melakukan pemadaman listrik selama Ramadan. Namun Kepala PT PLN Ranting Kisaran M Marpuang tidak juga kunjung datang. Pengunjuk rasa pun memberikan waktu selama 5 menit agar M Marpaung datang.

Kabag Bina Mitra Polres Asahan AKP Zulfikar coba menjelaskan kepada pengunjuk rasa agar bersabar, karena Kepala PT PLN Ranting Kisaran M Marpaung bersama Wakapolres Asahan Kompol DH Ginting akan datang menemui pengunjuk rasa guna menjelaskan terjadinya pemadaman listrik.

Pihak pengunjuk rasa pun menerobos barikade pagar betis aparat keamanan agar bias masuk ke Kantor PLN. Sesaat kemudian entah apa sebabnya, tiba-tiba dorong-mendorong antara massa dan aparat kepolisian pecah.

Bahkan, terjadi kejar-kejaran di halaman dan di luar kantor PT PLN. Dalam hitungan menit, 13 orang pengunjuk rasa diamankan pihak Polres Asahan. Di antaranya, Aditia Pramana, Kiki Komeni, Husni Mustofa, M Rio, Perdana Ramadhan, M Tahir, M Ilham Fauzi, Hariadi Sahputra, Cipta Maradhona, Yudi Suwita, Zuhri, M Isa Ansyori, Ahmad Syafrizal.

Kapolres Asahan AKBP H Rudy Sumardianto SH didampingi Wakapolres Kompol DH Ginting serta Kepala Ranting PT PLN Ranting Kisaran M Marpaung dalam konferensi pers di Mapolres Asahan mengatakan, para pengunjuk rasa diamankan karena tidak mempunyai surat izin dari pihak Polres Asahan saat berunjuk rasa di depan kantor PLN.

“Kita sudah memberikan tenggang waktu yang begitu panjang bagi mereka (pengunjuk rasa, red), karena mulai hari Senin (1/9) mereka berunjuk rasa berturut-turut. Bahkan, pada siang dan malam hari mereka berkonvoi sepedamotor menuju gardu induk Sentang Kecamatan Kisaran Timur yang sudah kita ikuti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Rudy, Polres dengan tegas mengamankan para pelaku pengunjuk rasa untuk diperiksa di Mapolres Asahan, karena unjuk rasa yang dilakukan tersebut bukan spontan lagi, tetapi sudah semacam gerakan massa. “Jika ini dibiarkan terus, kita yang susah,” paparnya.

Dijelaskan perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya itu, pemadaman listrik tersebut, juga dirasakan Polres Asahan. Bahkan, bukan warga Asahan saja, tapi warga daerah lainnya.

“Pemadaman ini karena terbakarnya gardu Sentang. Di hadapan suadara-saudara ada Kepala PT PLN Ranting Kisaran M Marpaung. Silakan saudara tanyakan tentang teknis gardu yang terbakar tersebut,” jelasnya smebari menyebutkan Polres juga sudah menjembatani kepada pihak yang mengatasnamakan pelanggan listrik Asahan dengan PT PLN Ranting Kisaran untuk melihat trafo di gardu Sentang Kecamatan Kisaran Timur yang terbakar.

Masih dikatakan Rudy, dirinya meminta kepada pers agar membuat tulisan yang sejuk dan tidak membuat opini sendiri, sehingga dapat menimbukan salah persepsi pembaca, sehingga timbul persoalaan baru yang tidak ada habis.

Polres Diminta Bebaskan Pendemo

Sementara itu, Kadiv Investigasi/Monitoring LBH Publiek Asahan Ade Chandra Zass mempertanyakan kepada Kapolres Asahan terkait adanya oknum polisi yang melakukan pemukulan dalam pengamanan pengunjuk rasa, Kapolres menjawab, “Polisi jugakan manusia biasa. Kalau sudah lima hari terus-menerus mengawasi pengunjuk rasa, kan jemu juga. Nah adanya sekerumunan massa berkumpul, secara psikologis massa, polisi juga terbawa arus. Namun kita akan melakukan penyelidikan terhadap pemukulan tersebut.”

Pada kesempatan itu, Ade Chandra juga minta kepada Kapolres Asahan AKBP H Rudy Sumardiyanto SH agar para pengunjuk rasa yang diamankan segera dibebaskan. “Karena yang mereka tuntut adalah agar pihak PT PLN Ranting Kisaran jangan memadamkan listrik pada bulan Ramadan. Permintaan ini adalah hal yang wajar, karena warga membayar listrik setiap bulannya,” ujarnya.

Menanggapi permintaan Ade, Kapolres mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memeriksa ke-13 orang tersebut. “Mengenai pembebasan itu, nanti akan saya koordinasikan dengan perwira-perwira saya. Namun, kita terlebih dahulu akan memeriksa mereka,” ujarnya. (mar)

sumber : metrosiantar.com

Update me when site is updated

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Leave a Reply

Baca Juga: