Kendaraan dengan Tonase Berlebih Penyebab Jalan Cepat Hancur
asahan ( berita Kisaran (SIB)
Wakil Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang: Kendaraan dengan Tonase Berlebih Penyebab Jalan Cepat Hancur.
Tonase berlebih dari kendaraan, seperti truk pengangkut hasil perkebunan maupun produksi lainnya penyebab cepatnya kehancuran jalan. Demikian dikatakan Wakil Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dalam rapat kerja Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) di Bakrie Club Kisaran, Kamis (18/2).
Dikatakan, rata-rata jalan dibangun pemerintah hanyalah untuk dilalui kendaraan bertonase 6,5 ton. Namun kendaraan melintas tak jarang membawa beban over capacity (melebihi kapisitas) sampai 14 ton. “Pemerintah Kabupaten Asahan hanya membangun jalan maksimal 6,5 ton saja kekuatannya. Akan tetapi kendaraan yang melintas sudah 14 ton ke atas, bagaimana jalan tidak hancur dua hari setelah dibangun,” terang Taufan.
Taufan membandingkan, jalanan di Asahan serta umumnya di Sumatera Utara dengan jalanan di Pulau Jawa. Dikatakan, di Asahan dan Sumatera Utara, rata-rata jalan baru saja dibuat, sedangkan di Pulau Jawa, sejak zaman Majapahit jalan sudah terbentuk. “Wajar di Pulau Jawa jalannya bagus. Selain sudah terbentuk, juga tidak ada perkebunan sawit maupun produksi tanaman keras lainnya yang berpotensi dibawa dengan angkutan serta melebihi kapasitas,” ungkapnya.
Diterangkan, masyarakat di Pulau Jawa sangat patuh dengan ukuran berat kendaraan. Sementara di Asahan maupun Sumatera Utara, banyak dunia usaha menganggap, kalau truk jenis Colt Diesel dimuat tujuh ton tidak akan untung. Imbasnya, jalan hancur. “Setelah itu, dunia usaha kembali marah kepada pemerintah daerah. Sementara sawitnya tidak ada kontribusi kepada Pemkab Asahan, semua hasil dibawa ke pusat. Sedangkan jalan hancur menjadi tanggungjawab pemerintah. Banyak rekan-rekan menganggap pemerintah tidak benar. Bupati, Kadis Kimpraswil dan Pimpro dituduh korupsi, mengurangi kualitas pekerjaan, lantaran banyak jalan baru dibangun dua tahun sudah hancur. Inilah dilema kami alami dalam memimpin Kabupaten Asahan bersama Bapak Risuddin selaku bupati,” ulas Taufan.
Dijelaskan, program infrastruktur dilakukan pemerintah bukan hanya meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga membuka akses baru untuk percepatan pertumbuhan ekonomi. “Kalau yang sudah ada biasa saja. Bagaimana yang baru harus dibuat. Harus ada 27 jalan mantap di Asahan. Salah satu yang sudah melaksanakan program ini kami lihat baru Kabupaten Simalungun, di Asahan akan segera. Oleh karenanya, harus lanjutkan yang tertunda,” pungkas Taufan Gama.
Simatupang juga berharap, kepedulian dunia usaha kepada hasil-hasil pembangunan dapat lebih ditingkatkan, dengan mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. “Bagaimana investor mau datang ke Asahan, kalau infrastrukturnya tidak bagus. Tidak akan ada yang mau datang. Disamping peningkatan kualitas hasil kerja, dunia usaha juga diajak untuk secara bersama menjaga hasil pembangunan,” katanya. (S24/i)
sumber : hariansib.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=1751



maaf pak bukan menggurui anda..anda bisa bandingkan dengan jalan yang ada di daerah kalsel tepatnya dari mulai pelaihari sampai ke batulicin. itu daerah yang jalan rayanya hari hari dilaui truk pengangkut batubara dan sawit…saya kira kalau jalanan yg dilalui truk di asahan belum ada apa apanya pak di banding kan di daerah kalsel yang notabene tetap mulus dan terjaga….jadi faktor utama kerusakan jalan di asahan ialah kurangnya kontrol serta keperdulian perangkat terkait dalam hal proyek pembuatan jalan tersebut serta adanya kkn dalam hal tender untuk pembuatan jalan kota dan provinsi…jangan katakan korupsi dan kecuranagan bukan penyebab. nanti akan menuai malu dari statement yang telah anda keluarkan sendiri… Semoga periode Kepemimpinan Bapak kedepan segala sesuatunya berjalan dengan Jujur dan penuh tanggung jawab sebagai pimpinan.karena saya prediksi anda akan maju menjadi orang nomor satu di asahan 2010 – 2014. trimakasih