Keluarga Tan Malaka Anggap Indonesia Negara Naif
asahan ( tan malaka )
Kediri – Proses pembongkaran makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, diwarnai luapan emosi pihak keluarga. Mereka menganggap Indonesia sebagai negara yang naif, karena tidak bisa membedakan keaslian pahlawan.
Ungkaan kekecewaan itu disampaikan Ketua Panitia Pembongkaran Makam Tan Malaka Zulfikar Kamaruddin di sela-sela memberikan keterangan kepada wartawan terkait tujuan dan teknis pembongkaran makam. “Sebelumnya maaf karena saya orangnya seperti ini, kalau sudah bicara, saya memang selalu emosional,” ujar Zulfikar, Sabtu (12/9/2009).
“Saya anggap negara ini naif. Kenapa seorang Tan Malaka yang benar-benar pendiri republik justru tidak dikenal, tapi pahlawan yang koruptor justru bisa masuk Kalibata,” imbuh Zulfikar, yang merupakan kemenakan Tan Malak, dengan nada gemetar.
Kekecewaan yang disampaikan Zulfikar bukan tanpa alasan. Menurut dia, sejak Tan Malaka dinyatakan hilang tahun 1949, tak sekalipun pemerintah melakukan upaya pencarian. Anggapan jika Tan Malaka sebagai pejuang haluan kiri yang selama ini dijadikan alasan tidak dilakukannya pencarian, menurut Zulfikar, belum memiliki bukti kuat.
“Meskipun nantinya terbukti Tan Malaka beraliran kiri, pemerintah juga tidak semestinya seperti ini. Tan Malaka ini pahlawan pendiri bangsa, pendiri republik ini yang ikut berjuang keras,” imbuh Zulfikar tegas.
Zulfikar menyatakan pembongkaran makam di Desa Selopanggung, Kecamatan
Semen, Kabupaten Kediri ini untuk memastikan apakah jasad di dalam makam itu adalah benar Tan Malaka. Setelah diambil sampel jenazah, nantinya akan dilakukan tes DNA.
Terhadap pembongkaran makam ini, Zulfikar mengaku tidak pernah meminta bantuan ke pemerintah. Namun, dirinya sudah memberitahukan tentang pembongkaran makam ini kepada pemerintah.
“Semalam saya SMS ke Pak Bachtiar (Bachtiar Chamsyah) dan beliau hanya mengucapkan selamat melakukan penggalian. Beliau juga bilang Tan Malaka Pahlawan besar yang harus dihormati,” ungkap Zulfikar.
(bdh/asy)
sumber : detiknews.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=503



Ya kami di Malaysia mengenali Tan Malaka. Dalam Subjek histori sekolah menengah atas ada dipelajari tentang Tan Malaka, Alimin, Muso selain daripada Sukarno. Rakyat Indonesia ada tak kenal Tan Malaka. Mereka anggap Tan Malaka dari Melaka Malaysia. Sungguh sedih pahlawan tak dihargai di negara sendiri
saya sebagai anak muda indonesia, sungguh menyayangkan Tan Malaka yang sengaja dilupakan. Tapi justru karena itu, saya semakin berminat mencari tahu banyak hal mengenai perjuangan beliau yang tidak pernah saya dapatkan di sekolah….
yaaa….begitulah Indonesia.
MeLupakan ayah Kandung mereka.
ironisnya malah yg bukan anak kandung tan malaka yg selalu mengingatnya.
sperti belanda,rusia,jerman,china,malaysia,singapura dLL(negara persingahan tan maLaka).