|

Kantor DPRD Asahan Di-sweeping Pengunjuk Rasa

asahan ( berita kantor DPRD asahan )
KISARAN-METRO; Ratusan masyarakat dari lima kecamatan yakni, Kecamatan Sei Kepayang, Simpang Empat, Bagan Asahan, Air Batu dan Air Joman Kabupaten Asahan yang menamakan dirinya Penggagas Warung Aspirasi Rakyat (Pewasra) berunjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan, Selasa (12/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menilai bahwa pembangunan infrastruktur di setiap Kecamatan masih minim, terutama di Kecamatan Sei Kepayang.

Amat Sultani Koordinator Penggagas warung Aspirasi Rakyat dalam morasinya mengatakan mereka sangat kecewa kepada pejabat Pemkab Asahan. Pasalnya selama 10 tahun terakhir ini mereka merasa tidak diperhatikan oleh petinggi di Pemkab Asahan dan DPRD.

Amat mengungkapkan, selama ini mata pencarian warga di tempat mereka kebanyakan dari pertanian. Jika Pemkab Asahan tidak melestarikan hutan maka pertanian akan mengalami masalah.

“Sebab kita tahu bahwa hutan dan lingkungan sebagai penyangga kehidupan dan pertanian yang berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga mengatakan, aksi yang dilakukan sebagai wujud kekecewan masyarakat terutama masyarakat Sei Kepayang atas proses pembanguan, yang dinilai warga tidak pernah berjalan dengan baik.

Setelah menyampaikan orasinya, Amat beserta pengunjuk rasa yang lain meminta agar aksinya ini diterima anggota DPRD Asahan, atau berjumpa langsung dengan anggota DPRD untuk berdialog.

Salah seorang staf Kesekretarian DPRD Asahan Khairul Nizan mengatakan, berdasarkan jadwal pengunjuk rasa datang dan menyampaikan aspirasinya mulai pukul 10.30 WIB. Akibat lamanya warga datang ke kantor DPRD, kini tak ada lagi anggota DPRD yang berada di kantor, karena semua anggota DPRD sudah pulang.

Akhirnya warga yang tidak percaya melakukan sweeping untuk memastikan anggota DPRD tidak ada di kantor. Namun sewaktu sepuluh orang perwakilan warga melakukan sweeping, mereka disuruh masuk ke ruang rapat Madani. Setelah perwakilan para pengunjuk rasa di ruang rapat Madani, tidak beberapa lama datang beberapa anggota DPRD Asahan menjumpai perwakilan pengunjuk rasa. Anggota DPRD Asahan yang menemui pengunjuk rasa yakni Sofyan Ismail, Khairul Saleh, dan Sudung.

Ramli Panjaitan salahseorang warga yang melakukan sweeping mengatakan bahwa jalan di Sei Kepayang banyak yang rusak seperti di Desa Sei Subilang, Sei Lebah. Kondisi jalan yang rusak parah membuat perekonomian warga jadi susah. Sebab warga kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian.

Anggota DPRD Sofyan Ismail mengatakan, biaya pembangunan infrastruktur di Sei Kepayang lebih dari daerah yang lain, di mana biaya untuk pembangunan infrastruktur yakni sebesar Rp20 miliar.

Sofyan mengungkapkan, cepatnya rusak jalan di Sei Kepayang di akibatkan tanah di daerah tersebut lembek, lalu mobil mengangkut barang-barang yang melintas di jalan tersebut melebih tonase.

Setelah mendengar penjelasan dari anggota DPRD, lalu perwakilan pengunjuk rasa ke luar dari ruang rapat Madani, untuk menjumpai rekannya yang menunggu di luar. Lalu perwakilan memberitahukan hasil pembicaraan mereka dengan anggota DPRD kepada rekannya, setelah mendengar akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. (sht)
sumber : metrosiantar.com

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Short URL: http://asahannews.com/?p=1637

Posted by on Jan 13 2010. Filed under ASAHAN, DAERAH. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented

  • alfata: Kami menyediakan bibit gaharu jenis A. Malacecis dengan harga Rp.500 /btgm.hub 087790724999
  • Obat Tradisional Maag: terimaksih informasinya,. banyaknya penderita penyakit hepatitis tetapi penanganan sejak dini...
  • misna: cemana menurut ente,masak orang kerja di takuti di buat jadi down………̷ 0;
  • misna: copot jabatan kasat pol-pp jugalah,yang menghubar habirkan pol-pp asahan
  • Anna Wijayanti: .maaf sebelumnya, apakah yang bisa menjadi jurnalis hanya orang – orang yang lulus S1 sedangkan...