|

Hari Air Sedunia & Kegagalan PDAM Tirta Silau Piasa Asahan

bem simpakaasahan ( Artikel Pilihan PDAM Tirta Silau Piasa Asahan )
Hari Air Sedunia dalam bahasa Inggris World Day for Water diperingati setiap tanggal 22 Maret, adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Kendati tiap tahun diperingati, namun tampaknya masyarakat Indonesia, khsususnya di Asahan belum terlalu banyak yang menegtahui semangat yang melatarbelekangi peringatan ini. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, kita tak pernah lepas dari air yang sering juga disebut sebagai sumber kehidupan.

Beberapa minggu lalu saya menulis catatan tentang kegagalan PDAM Tirta Silau Piasa Asahan [PDAM TSP Asahan] dalam menjalankan fungsi pelayanan publik penyediaan air bersih kepada masyarakat Asahan di Kisaran dan sekitarnya. Diskusi berkembang dan mengarah pada satu kesimpulan bahwa kegagalan PDAM Tirta Silau Piasa bukan semata-mata karena kesalahan manajemen tetapi ada indikasi [yang masih harus terus ditelusuri lebih lanjut] yang mengarah pada praktik-praktik korupsi atau setidaknya praktik perilaku koruptif.

airSaya bahkan melihat bahwa krisis PDAM TSP Asahan sedikit banyak memiliki kesamaan [walaupun masih jauh dari persis] dengan krisis yang dialami Bank Century sebelum akhirnya pemerintah mengambil kebijakan bailout dan FPJP. Ketika tahun 2006 s.d. 2009 PDAM TSP Asahan mengalami krisis, berawal dari dinaikkannya tarif dasar air minum lebih 100% dan berujung pada membengkaknya hutang rekening listrik sampai 500an juta rupiah. Ironisnya meskipun pemerintah kabupaten sudah menyuntik dana segar untuk mengatasi hal tersebut, namun tetap saja kabur dan tidak terjadi perubahan berarti. Sampai saat ini krisis air minum masih terjadi di Asahan, tepatnya di Kota Kisaran. Anehnya, bukannya memperbaiki manajemen dan mengusut indikasi penyimpangan, tetapi solusi yang ditawarkan justeru dengan membuat sumur-sumur bor di Kisaran sekitarnya.

Masyarakat Asahan di Kisaran dan sekitarnya tampaknya cukup puas dengan solusi sumur bor ini, sehingga mereka-pun seolah melupakan cerita tentang bobroknya manajemen PDAM TSP Asahan dan suntikan dana ratusan juta rupiah yang tidak jelas juntrungnya. Sebagian diantara mereka bahkan sudah merasa tidaklagi perlu mempersoalkan kinerja PDAM TSP Asahan yang hingga kini masih buruk, [hanya] karena mereka tidak [lagi] merasa sebagai konsumen air minum dari PDAM. Desakan untuk mengaudit PDAM TSP Asahan juga perlahan-lahan tidak lagi terdengar, Mahasiswa seperti serta merta berhenti menyuarakannya! Ada apakah gerangan?!

Inilah sebuah ironi dari kumpulan masyarakat yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang ditindas. Masyarakat Asahan tampaknya belum menyadari bahwa PDAM TSP Asahan diolah dengan menggunakan anggaran yang brsumber dari pembayaran pajak dan retribusi merepa yang dipungut oleh pemerintah. Artinya, masyarakat Asahan, apakah itu konsumen PDAM ataupun bukan, adalah fihak yang sesungguhnya paling dirugikan dengan gagalnya PDAM TSP Asahan. Kegagalan PDAM TSP Asahan mengakibatkan dana masyarakat Asahan yang digunakan untuk membiayai operasional PDAM “terbuang” sia-sia, karena perusahaan daerah ini tidak memberikan keuntungan dan pemasukan bagi daerah. Akibatnya masyarakat Asahan juga kehilangan hak-haknya untuk memperoleh “imbal balik” dari pembayaran pajak dan retribusi mereka melalui berbagai progran pembangunan yang seharusnya dapat dibiayai dari dana tersebut.

Jadi kesimpulannya, kegagalan PDAM TSP Asahan ini bukan hanya menjadi persoalan perusahaan itu sendiri, bukan pula [hanya] menjadi problem dari pelanggannya, tetapi ini adalah masalah bagi seluruh masyarakat Asahan yang selama ini dipungut pajak dan retribusi oleh pemerintah untuk membiayai perusahaan-perusahaan daerah. Momentum peringatan Hari Air Sedunia ini bisa kita gunakan untuk membuka penyadaran kita bersama. Usut kegagalan PDAM Tirta Silau Piasa! Lakukan audit segera, baik secara menajemen dan lebih-lebih lagi keuangannya! Benahi manajemen dan pengelolaan keuangannya secara profesional untuk memenuhi hak-hak masyarakat akan air bersih!

oleh : BEM SIMPAKA

Short URL: http://asahannews.com/?p=1804

Posted by on Mar 22 2010. Filed under BERITA, PENDIDIKAN, UMUM. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented