|

Depag: Hormati perbedaan 1 Syawal

depagGUNUNGKIDUL – Tak semua umat muslim di Tanah Air merayakan lebaran pada hari yang sama. Meski demikian warga diimbau untuk saling menghormati dan menghargai jika terjadi perbedaan waktu Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

“Kami meminta masyarakat saling menghargai perbedaan. Jangan sampai perbedaan menjadi sebuah pertentangan dan saling bermusuhan. Umat muslim harus melaksanakan ibadah di hari raya atas dasar pengabdian dan puji syukur kepada Allah SWT,” kata kepala kantor Depag Gunungkidul, Sabikhis, di Wonosari, hari ini.

Ia menjelaskan, Depag tidak akan mengeluarkan keputusan pelaksanaan hari raya, karena penentuannya ditetapkan melalui keputusan pemerintah dalam sidang isbat di Depag.

“Kami berpendapat, masyarakat yang mengikuti ahli hisab maupun yang mengikuti ahli rukyat dalam penentuan 1 Syawal sama-sama dianggap benar. Jadi, janganlah mengatakan salah satu benar dan yang lainnya salah, karena hal itu merupakan ibadah yang bersumber dari keyakinan dan tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, perbedaan pendapat dalam penetapan 1 Syawal merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Namun harus disikapi dengan toleransi dan saling menghormati.

“Kami harap tidak ada kelompok-kelompok atau organisasi Islam yang melaksanakan salat Idul Fitri secara eksklusif di bawah organisasi tertentu. Namun semua umat muslim harus berbaur menjadi satu,” kata Sabikhis.

Sekretaris NU Gunungkidul Mukhatib mengatakan, NU belum menetapkan awal 1 Syawal untuk menentukan jadwal pelaksanaan salat Idul Fitri. “Kami masih menunggu sidang isbat yang dilakukan pemerintah pusat, ulama, organisasi Islam, dan para duta besar negara sahabat di Depag,” jelasnya.

Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Gunungkidul Untung Santoso mengatakan, pihaknya sudah menetapkan pelaksanaan salat Idul Fitri pada Minggu 20 September 2009. “Kami telah menyiapkan sejumlah tempat untuk menggelar salat Id. Setiap kecamatan akan menggelar salat Id yang dipusatkan di kota , kecamatan, sedangkan tingkat kabupaten pelaksanaan salat akan dipusatkan di Alun-alun Kota Wonosari, Gunungkidul,” urainya. Sumber WASPADA ONLINE

Short URL: http://asahannews.com/?p=744

Posted by on Sep 19 2009. Filed under UMUM. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented