|

Bayi Raksasa Jadi Anak Angkat Bupati Asahan Diberi Nama M Akbar Risuddin

asahan
M.Akbar RisudinKisaran (SIB)
Bayi “raksasa” yang lahir dengan bobot 8,7 Kg di RSUD HAMS Kisaran, Senin (21/9) membawa keberuntungan. Anak ke-4 di antara 4 bersaudara dari pasangan Hasanuddin dan Ani itu menjadi anak angkat Bupati Asahan Drs H Risuddin. Pengangkatan anak dan pemberian nama itu juga diketahui Ny Hj Helmiaty Risuddin yang menjenguknya kemarin. “Kalau saja anak ini sudah bisa meninggalkan RS ini, pak Risuddin dan ibu sudah meminta dibawa pulang ke rumah mereka,” kata Ani ibu kandung bayi yang saat ini menjadi perhatian dunia ke SIB mengutip pernyataan Risuddin, Jumat (25/9).
Ani yang tidak bersedia lagi melahirkan mengaku telah mendapat persetujuan dari suaminya bahwa kandungannya ditutup. “Maklum kami orang tak punya. Berobat saja kami tak mampu, untung saja dengan rujukan bidan desa di Desa Bulanbulan, Kabupaten Batubara, saya yang memiliki Jamkesmas dilayani dengan baik oleh pihak RSUD HAMS, khususnya dr Binsar Sitanggang SpOg,” papar Ani yang bekerja sebagai pedagang pisang goreng.
Ani mengaku bangga anaknya menjadi anak angkat Risuddin dan Hj Helmiaty. “Nanti setelah berusia 5 bulan anak ini saya bawa ke rumah Risuddin, mudah mudahan tidak lupa dan tidak perlu dibuat dalam akta notaris,” kata Ani. Sementara itu, dr Binsar Sitanggang SpOg bersama timnya terdiri dari Mariam, Asnidar, Juli Rahayu dan Rudy Siagian (anastesi) secara terpisah, menyatakan tindakannya untuk melakukan operasi berawal dari tantangan, kondisi ibu Ani tidak normal saat masuk, 20 September 2009.
Melihat kondisinya tidak nomal, dr Binsar Sitanggang yang dijuluki tangan emas dan dingin itu memberikan obat penurun sehingga tensi darah ibu Ani normal saat akan dilaksanakan operasi. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa ibu Ani dan kandungannya melalui operasi karena dari hasil diognosa tidak mungkin melahirkan normal.
“Sebelumnya saya menganalisa bayi dalam kandungan kembar ternyata setelah dioperasi tunggal dan jenis kelaminnya laki laki. Biasanya untuk operasi normal waktu cukup 3 menit dan panjang yang dibedah cukup 7 Cm tetapi karena bobot bayi tidak normal ditambah panjangnya menjadi 10 Cm dan kurang lebih 10 menit operasi selesai namun setelah berhasil diangkat dari rahim bayi tidak menangis sebagaimana bayi ahir normal. Berkisar 5 menit bayi baru menangis mungkin karena waktu operasinya yang mencapai 10 menit membuat membuat bayi menangis terlambat,” katanya.
Dr Binsar Sitanggang yang mengaku tertantang dan senang sebagai dokter kebidanan setelah menamatkan kuliahnya di USU 1996 dan 2007 menyelesaikan kebidanan di Univ Samratulangi Manado, belum berniat pindah tugas ke tempat lain ia mengaku baru pertama kali menangani kasus kelahiran bayi seberat 8,7 Kg. Usai operasi ditelepon istrinya dan disebutkan operasi sudah selesai dan berat bayi 8,7 kg. “Anak kita sudah berumur 7 bulan beratnya baru 7 kg,” kenang dr Binsar Sitanggang mengutip ucapan istrinya.
Dari hasil diagnosa sejak awal sampai hari ini yang diuji melalui ab, Ani dengan PEB (Pre Eklamasi Berat) dengan tensi tingi 160/100 tidak menderita diabetes, karena biasanya terjadinya kelainan berat akibat menderita diabetes ternyata tidak, bisa karena semasa hamil bu Ani mengkonsumsi air es terjadi penambahan berat, namun penambahan berat ini terjadi akibat genetika. Bapaknya tinggi mencapai 183 Cm, ibunya mencapai 90 kg setelah melahirkan, mungkin ini yang menjadi dasar sehingga berat anak di atas normal. Menurut penuturan ibu bayi, anak pertama dan kedua lahir di atas 4 Kg. Ini membuktikan kelahiran anak ke 4 di antara 4 bersaudara itu berpotensi dan berpeluang beratnya menjadi 8,7 Kg,” kata dr Binsar Sitanggang bangga.
Saat ini kondisi bayi “raksasa” normal dan bilapun terjadi penurunan berat badan masih di atas normal. Penurunan itu hal wajar, carilah dermawan untuk membantu bayi itu karena orangtuanya miskin, katanya kepada wartawan CNN yang melakukan konfirmasi jarak jauh.
Dinas Kesehatan Batubara Menjenguk
Kadis Kesehatan Batubara dr Mhd Qubri menyempatkan diri bersama 4 stafnya menjenguk bayi yang lahir melalui operasi cesar. “Pemkab Batubara sebelumnya sudah datang dan hari ini saya datang juga atas nama Pemkab Batubara. Mungkin pak OK Arya menjenguknya setelah tiba dari Jakarta,” kata stafnya kepada wartawan,
Kepada tenaga medis yang menangani operasi, dr Mhd Qubri menyampai ucapan terima kasih. “Kepada dr Binsar Sitanggang kami menyampaikan ucapan terima kasih atas keberhasilannya,” kata Qubri sembari beranjak meninggalkan RSUD HAMS Kisaran. (S13/m)

sumber : hariansib.com

Short URL: http://asahannews.com/?p=925

Posted by on Sep 26 2009. Filed under ASAHAN, DAERAH. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented