asahan : Ratusan Warga Demo PLN
KISARAN-METRO; Ratusan massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis dari perwakilan berbagai organisasi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi se Kabupaten Asahan, Jumat (13/8) sekira pukul 14.00 WIB berunjuk rasa di kantor PT PLN Ranting Kisaran,. Warga protes terkait seringnya pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir khususnya di saat bulan Ramadan.
Warga datang dengan mengenderai sepedamotor secara satu persatu dan langsung berbaur dengan massa pengunjuk rasa lainnya. Warga ngotot minta bertemu dengan kepala PT PLN Ranting Kisaran, M Marpaung. Mereka meminta agar PLN Ranting Kisaran tidak memadamkan lagi arus listrik selama bulan Ramadan.
“Kami meminta penjelasan Kepala PT PLN Ranting Kisaran, M Marpaung terkait pemadaman yang terus-menerus diberlakukan dalam beberapa hari ini di Asahan,” teriak pengunjuk rasa seraya mengatakan bahwa pemadaman itu harus dipertanggungjawabkan Kepala PLN Raning Kisaran.
Bahkan emosi massa nyaris tersulut, karena pejabat PLN ini tidak berkenan menemui para pengunjuk rasa. Pihak PLN hanya mengutus dua orang stafnya untuk memberikan penjelasan tentang penyebab terjadinya pemadaman listrik di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Asahan.
Dalam aksi unjuk rasa itu ikut di antaranya para aktivis dari Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (Ismahi), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Asahan, serta Lingkar Studi Aksi Untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI), serta sejumlah aktivis lainnya yang berbaur dengan massa lainnya.
“Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kami sebagai warga,” teriak pengunjuk rasa lagi.
Bahkan debat kusir antara mahasiswa dan utusan PLN Kisaran sempat terjadi. Pihak PLN yang berusaha memberikan penjelasan bahwa pemadaman listrik karena adanya gangguan teknis dalam pendistribusian arus, ditolak mentah-mentah oleh para pengunjuk rasa. Massa tetap beranggapan bahwa pemadaman listrik tersebut memang disengaja oleh pihak PLN.
Unjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Asahan tidak tercapai kesepakatan antara massa dan PLN. Para pengunjuk rasa mengancam, jika listrik tetap dipadamkan, seluruh aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan ormas se Kabupaten Asahan akan diturunkan untuk menggelar aksi unjuk rasa secara besar-besaran.
“Saya dukung aksi ini. Memang sudah keterlaluan kok. Setiap malam listrik dipadamkan. Tapi kalau masyarakat konsumennya menunggak bayar langsung diputus. Namun ada 125 unit rumah kontrakan yang pakai listrik illegal pelakunya tidak dikenakan sanksi,” kata seorang ibu rumah tangga yang berbaur dengan pengunjuk rasa.
DPRD Akan Panggil PLN
Usai menggelar unjuk rasa di PLN, massa berbondong-bondong mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Asahan, Benteng Panjaitan, di Jalan Mohammad Yamin Kisaran Timur. Warga berhasil menemui Ketua DPRD Asahan ini untuk meminta DPRD turun tangan menyikapi masalah tersebut.
Di hadapan puluhan massa, Ketua DPRD Asahan, Benteng Panjaitan berjanji akan segera memanggil kepala PLN Ranting Kisaran, M Marpaung untuk meminta penjelasanya terkait dengan pemadaman listrik tersebut.
“Kita memang kecewa dengan pelayanan PT PLN ini. Akan tetapi kita tidak bisa serta merta menyikapinya tanpa terlebih dahulu memanggil pihak PLN untuk meminta klarifikasinya tentang pemadaman listrik ini,” ujar dia.
Akan tetapi secara terpisah pihak PLN membantah jika pemadaman listrik memang disengaja oleh PLN. Kepala PLN Ranting Kisaran, M Marpaung melalui stafnya bagian Pemeliharaan dan Distribusi, Edy Suheri menyatakan, pemadaman listrik disebabkan adanya gangguan alam di sejumlah titik sehingga menyebabkan travo daya (TD1) Gardu Induk (GI) Sentang mengalami kerusakan.
“Ada dua TD di GI. Satunya rusak, yakni TD I mengalami kebocoran dan mengeluarkan minyak. Ini terjadi akibat gangguan alam, yaitu tumbangnya pohon jati di pinggir jalan yang menimpa jaringan listrik di tiga titik. Ketiganya di kawasan Mapolres Asahan, di Jalan Jenderal Sudirman By Pass,” jawab dia.
Edy mengatakan, bahkan bukan itu saja. Berdasarkan laporan terakhir, gangguan listrik juga bertambah. Di antaranya terjadinya gangguan kontak travo KS1 di wilayah Kisaran Timur tepatnya di belakang pos polisi Kota, Jalan Imam Bonjol Kisaran dan gangguan pada travo KS 14 di kawasan Sidodadi yang mengakibatkan pemadaman.
“Kami sudah berusaha memperbaikinya, tapi karena kondisi yang terus hujan belum bisa diselesaikan,” terangnya. (van)
sumber : metrosiantar.com
Short URL: http://asahannews.com/?p=1871



