|

asahan : Protes Pemindahan, Pedagang Parasamya Kantor Dinas Tata Kota Kisaran

asahan ( berita parasamya )
parasamyaKisaran (SIB)
Puluhan pedagang minuman dan makanan Parasyamia dengan memakai sepeda motor, Jumat (9/10) berdelegasi ke Kantor Dinas Tata Kota Kisaran minta agar pemindahan lapak jualan ditunda.
Pedagang yang diterima Kabid Dinas Pasar Drs Suwarno di Aula Dinas Tata Kota Kisaran menyebutkan, pemindahan lapak jualan mereka sangat tidak etis sebab lokasi yang dihunjuk yakni bagian belakang eks Makam Pahlawan Kisaran tersebut merupakan dataran rendah dan selalu becek bila hujan. “Kami memohon agar pemindahan lapak ditunda,” ujar Ratna sembari meminta agar petugas jaga malam, Hendro alias Kumis, dicopot sebab oknum tersebut terkesan semena-mena terhadap pedagang.

“Pak Kumis keberatan bila kami memanfaatkan air dari kamar mandi umum,” ujar Ratna sembari mengungkapkan bahwa Pak Kumis selalu menyebutkan kamar mandi serta WC telah dibelinya dengan harga Rp 5.000.000 dari Kabid Pasar Suwarno. Selain itu pedagang juga meminta kepada Dinas Tata Kota agar mencopot ketua mereka yakni Sahala Nasution karena terkesan semena-mena bersama Hendro menambah jumlah pedagang. “Jumlah pedagang di Lapangan Parasyamia yang terdaftar sejak tahun 2005 dan di-SK-kan Hj Hemilaty Risuddin selaku Ketua PKK Asahan sebanyak 23 orang,” tegas Ratna.

Menanggapi hal tersebut Kabid Pasar Drs Suwarno berang dan membantah telah menerima uang dari Hendro alias Pak Kumis sebesar Rp 5.000.000 atas penjualan kamar mandi dan WC. ”Saya tidak pernah melakukan hal tersebut,” ujar Suwarno dan permohonan penundaan lapak jualan akan disampaikannya kepada Kadis Tata Kota Kisaran Drs Isa Harahap yang saat itu tidak dapat hadir karena ada urusan mendadak.

Ketika para pedagang hendak meninggalkan Kantor Dinas Tata Kota Kisaran, tiba-tiba Sahala Nasution beserta Hendro alias Kumis datang ke kantor tersebut sehingga para pedagang tidak membubarkan diri. Di hadapan Kadis Tata Kota Kisaran Isa Harahap dua perempuan yang merupakan delegasi para pedagang berdebat dengan Sahala Nasution serta Hendro alias Kumis. “Saya tidak pernah mengatakan hal tersebut,” elak Hendro alias Kumis kepada Isa Harahap. Akhirnya Kadis Tata Kota Kisaran Isa Harahap meminta agar Kabib Pasar segera menimbun lokasi yang diperuntukkan dengan tanah dan meminta agar pedagang memindahkan lapaknya ke lokasi tersebut setelah ditimbun.

Meski telah membubarkan diri dengan tertib dari kantor Dinas Tata Kota Kisaran namun para pedagang tetap merasa tidak puas dengan kebijakan yang dibuat dan sebagai wujud protes para pedagang minum dan makan hingga pukul 15.00 WIB tidak membuka lapaknya masing-masing sementara satu buah dump truk telah menimbun lokasi yang akan diperuntukkan sebagai tempat pindah para pedagang. ”Kami tutup hari ini sebagai aksi protes,” ujar Pardede sembari menyebutkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berdelegasi ke rumah Dinas Bupati Asahan menemui Hj Helmiaty Risuddin yang merupakan pencetus pertama lokasi tersebut dibuka pada tahun 2005 lalu. (S23/y)
sumber : hariansib.com

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Short URL: http://asahannews.com/?p=1149

Posted by on Oct 11 2009. Filed under ASAHAN, DAERAH, KISARAN. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

bisnis online Informasi Kesehatan Lainnya : Agung Farma
120x600 ad code [Inner pages]

seputar_islam

Recently Commented

  • alfata: Kami menyediakan bibit gaharu jenis A. Malacecis dengan harga Rp.500 /btgm.hub 087790724999
  • Obat Tradisional Maag: terimaksih informasinya,. banyaknya penderita penyakit hepatitis tetapi penanganan sejak dini...
  • misna: cemana menurut ente,masak orang kerja di takuti di buat jadi down………̷ 0;
  • misna: copot jabatan kasat pol-pp jugalah,yang menghubar habirkan pol-pp asahan
  • Anna Wijayanti: .maaf sebelumnya, apakah yang bisa menjadi jurnalis hanya orang – orang yang lulus S1 sedangkan...