asahan : Ekonomi AS Memburuk, Rupiah Terimbas
asahan ( berita ekonomi )
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (29/9) diperkirakan melemah. Memburuknya data ekonomi AS serta aksi profit taking terhadap mata uang utama dunia, memicu penguatan dolar AS. Rupiah pun bakal tertekan.
Dealer valas bank asing Yuri Sulastomo memprediksikan, masih akan ada tekanan terhadap rupiah hari ini, mengingat penguatan dolar AS jangka pendek masih berlanjut. Meskipun jangka panjang masih melemah, indikator indeks dolar AS kembali naik, menunjukkan adanya rebound dolar.
“Rupiah hari ini akan bergerak di level 9.720-9.775 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (28/9) petang. Menurutnya, dolar AS saat ini berada di level bottom terhadap mata uang lain. Kondisi ini membuka peluang penguatan mata uang AS tersebut.
Selain itu, rupiah sempat melesat terlalu cepat dengan kenaikan terlalu banyak. Apresiasi rupiah ini di luar ekspektasi dan tidak berdasarkan fundamental yang kuat, “Jadi, penguatan dolar AS lebih karena faktor technikal rebound,” ujarnya.
Sentimen negatif lain penghambat penguatan rupiah juga berasal dari naiknya harga komoditas dunia, seiring penguatan dolar jangka pendek. Pelaku pasar khawatir dengan pemulihan ekonomi global, menyusul rilisnya data ekonomi AS yang memburuk. Data penjualan rumah AS Agustus hanya menguat 0,7%, padahal diharapkan naik 1,6%.
Sementara itu, permintaan durable goods dilaporkan anjlok 2.4%. Demikian juga angka pengangguran yang mendekati 10%, serta GDP kuartal dua 2009 yang turun 1,2%. Kondisi ini memicu aksi risk aversion, dimana pelaku pasar cenderung menghindari risiko. “Dolar pun diburu sebagai aset safe haven,” paparnya.
Di sisi lain, pengamat pasar uang David Sumual memperkirakan pergerakan rupiah hari ini cenderung stabil. Pasalnya, pelaku pasar masih menunggu data inflasi yang akan diumumkan Badan Pusat Statisik (BPS) pada 1 Oktober mendatang serta data-data penting lain yang akan dirilis di AS.
“Pelemahan rupiah hanya terjadi kemarin dan hari ini akan kembali stabil. Rupiah akan bergerak stabil pada kisaran 9.650 hingga 9.750,” katanya. Menurutnya, jika tidak ada berita-berita negatif yang signifikan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat.
Keadaan ini biasanya direspons dengan pergerakan rupiah yang stabil di pasar uang. “Beberapa hari terakhir, tidak ada data-data penting yang menjadi perhatian market. Karena itu, setelah kemarin terkoreksi, rupiah hari ini stabil,” pungkasnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (28/9) ditutup turun 70 poin (0,725%) terhadap dolar AS ke 9.720. [E2]
sumber : Ahmad Munjin & Natascha ( inilah.com 0
sumber fhoto : inilah.com /Agung Rajasa
Short URL: http://asahannews.com/?p=1004



