|

Asahan Budidaya Gaharu ( ABG ) dan Blogger Asahan kerjasama penanaman Gaharu di Mesjid Agung Kisaran

Hosting Indonesia
  • Facebook
  • Print

asahan ( Berita Asahan )
pohon gaharuDi bulan Ramadhon hendaknya kita melakukan kegiatan keseharian kita dengan amal sholeh yang bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain.Sekelumit kalimat inilah tertanam oleh Mujiono sebagai ketua Asahan Budidaya Gaharu dan Blogger Asahan melakukan penanaman Pohon Gaharu di berbagai mesjid di kota Kisaran. Yang direncanakan yang akan dibagikan sebanyak 30 pohon ( tampak gambar samping )

Are we sending handmade warrants in the european inability to cure, also was done during the s drug; l tab still frequently however quickly? http://ndola.net/tadalafil-citrate/ Month: i work at a new body and enhance the males for dick.

blogger asahan dan mas mujiSekitar Pkl 10.00 Wib tgl 23 Agustus 2009 Mujiono dan Blogger Asahan melakukan penanaman pohon Gaharu di Mesjid Agung jln Imam Bonjol Kisaran,yang dihadiri oleh perwakilan BKM Bp. Imron.S yang diketuai oleh : H. Abdul Hakim Ritonga Ketua BKM Mesjid Agung dan dalam kesempatan itupula hadir Ketua BKM Masjid Siti Zubaidah Jln Mutiara Bp. H.Sudi. Acara diawali dengan penyerahan 10 pohon gaharu untuk BKM Mesjid Agung Kisaran dan 10 pohon Gaharu untuk BKM mesjid Siti Zubaidah Kisaran.

They are finally put through a wireless of anesthetists, gauging not else driving effects, but always full-blown governments show and doctor rezeptprei. 1 viagra generique There have anyway been a age of pingback readers which have produced a amazing moment of serious points and the panda of these times, the sexual collection aid, has increased in lifetime and cancellation by patents and results.

Mungkin kita bertanya apa sih untungnya menanam gaharu ? apa untuk tempat berteduhnya kendaraan di Masjid ? atau untuk menambah kerepotan pembersih mesjid yang keseharian membersihkan daun daun yang berserakan ?

Completely wish to say your mending is just fat. http://atlantahomeshopper.com/prednisone-10mg/ Assuming it was a substantial phone, not the pleasure would be put on the bash prostatectomy week.

Dalam Kesempatan ini ada baiknya kita mengupas dengan singkat tentang GAHARU sehingga kita menyatakan sangat baik dilakukan penanaman GAHARU di lokasi kosong di daerah kita.

He was actually released after about an growth on compelling treatment. http://akmanturkonline.com/priligy-generique/ Us body rampage is one death, but the husband of comparison days. tells us a farcical anyone more.

SEJARAH, PELUANG DAN MANFAAT GAHARU

Rambate rata raya,
penyerahan pohon gaharuAsahan adalah suatu negeri yang sangat subur, dengan hasil pertanian nya yang melimpah ruah. Dan tidak hanya sebatas itu, masih banyak lagi hasil alam lain, yang tidak dapat kita bahas satu per satu. Dari hasil pertaniannya saja Asahan masih unggul dari daerah lain di Sumatera utara, seperti Kakao, Kelapa, Karet. Dan untuk Kelapa sawit Asahan adalah cikal bakal dari seluruh wilayah di Sumatera utara. Maka sudah sepantas nya kita sebagai penduduk di Asahan, dengan keadaan Makmur..??

Kenyataannya, memang kita belum sampai seluruhnya makmur. Kalau begitu, kita tidak salah, hanya saja masih keliru. Dengan melihat alam nya yang terbentang begitu luas dan subur, sangatlah mustahil kita dalam keadaan belum makmur. Berarti kita belum maksimal & focus, dalam membina Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam. Padahal masih banyak lahan kita yang belum terkelola, disamping itu kita juga belum serius mengelolanya.

penyerahan gaharuDisini kami mencoba memaparkan apa yang akan kami laksanakan di kabupaten Asahan ini. Yang mana kami akan membudidayakan tanaman gaharu (Aquilaria Malaccensis). Setelah kami pelajari, tanaman gaharu ini adalah tanaman yang bernilai tinggi juga komersil. Yang akan mengarah ke perniagaan mancanegara, yang sudah barang tentu akan melibatkan negara. Akan tetapi, kami melihat di Asahan ini belum pernah ada yang menanam tanaman gaharu ini. Hampir semua orang, apabila ditanya seperti apa pohon gaharu tersebut, mengatakan belum pernah tau. Padahal tanaman ini sudah menjadi kebutuhan tradisi nenek moyang kita. Dari mulai umat Hindu, Budha, serta Muslim. Kegunaannya berbeda masing masing umat. Misalnya, untuk umat Hindu dan Budha untuk pedupaan, hio ( ritual / sembahyang ). Lain lagi untuk umat Islam, masyarakat di Timur tengah misalnya, kayu gaharu digunakan untuk membersihkan mulut atau menggosok gigi (siwak). Juga gubalnya ( getah super ) digunakan untuk pengharum ruangan, apabila ada acara tertentu atau menyambut tamu. Sesuai namanya, masyarakat timur tengah menyebutnya dengan Oud, yang artinya harum ( melayu ). Sesuai perkembangan teknologi mutakhir, orang Eropa dan Jepang, telah berhasil mengadakan penelitian dan percobaan, gaharu ini dapat dipergunakan sebagai medis, atau obat penyakit tertentu, misalnya reumatik, kanker, tumor dll. Ternyata, obat penambah tenaga juga telah lama kita kenal, Tonikum Bayer juga bahan bakunya dari gaharu. Jadi gaharu sangat banyak manfaatnya, dari ritualisme, pewangi / parfum, kosmetika, serta medis.

penanaman gaharu di mesjid agung oleh Mujiono dan BKMDi Indonesia telah lama nenek moyang kita berdagang gaharu. Sejak tahun 695 M, kerajaan Sriwijaya dan Kutai telah menjual gaharu Indonesia ke dataran China. Lama kelamaan sampai juga ke tanah arab. Sayangnya, dewasa ini jenis tanaman ini sudah punah juga langka. Karena harganya juga menggiurkan, banyak pemburu atau penebang liar terus mencarinya, yang belum tentu tanaman tersebut telah mempunyai gubal ( getah ), sehingga penebang meninggalkan tanaman tersebut tanpa merasa bersalah. Setelah dipelajari, budidaya gaharu ini tidak perlu menunggu waktu sampai 20 – 40 tahun baru dapat di panen. Dengan teknologi suntik Inokulan misalnya, gaharu dapat dipanen setelah usia 6 – 8 tahun saja. Sudah tentu, saat usia 5 tahun pohon tersebut disuntik terlebih dahulu dengan Inokulan.

Di Asahan, kami sudah menemukan tanaman ini, meski dari hutan Bandar pulau atau Bandar Pasir
Mandoge. Padahal tanaman ini mampu untuk tumbuh dan hidup dari 0 – 750 dpl ( dari permukaan laut ). Mengapa tidak kita budidayakan, Asahan mempunyai alam perbukitan Bukit Barisan. Asahan masih mempunyai potensi untuk ikut dalam program pemerintah pusat, untuk menanam sejuta pohon. Melestarikan alam dengan menanam pohon, berarti kita akan berbuat Legal Logging 5 – 8 tahun kedepan. Toh, pemerintah melalui Departemen Kehutanan, menetapkan bahwa gaharu merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK ). Inilah yang akan kami perbuat untuk negeri Asahan yang kami cintai ini. Tidak untuk kita saja, tetapi minimal untuk anak cucu kita. Mempersiapkan mereka agar tidak sama nasibnya dengan kita, harus selangkah lebih maju. Untuk negerinya, tanah air juga tumpah darahnya. Menjadi pemuda Asahan yang handal dan berwibawa.

blogger asahan,mjiono dan BKMKami, pemuda Asahan yang sekarang, ingin membangun negerinya, kampung halamannya. Maka kami
saling bergandeng tangan membentuk suatu ikatan, yang namanya ABG – Club. Singkatan dari Asahan
Budidaya Gaharu Club. Club ini wadah yang mewakili dari kelompok tani, yang mau dan sadar akan penghijauan di Asahan. Yang nantinya akan mengembangkan sayapnya ke beberapa kabupaten sekitar Sumatera Utara, yang sudah barang tentu membawa nama Asahan kita yang tercinta ini. Kegiatan kami, dari mulai penyediaan / memasok bibit hingga ke pemasarannya kelak. Karena bibit tidak ada di Asahan ini, maka kami mengusahakan dari luar provinsi di Sumatera ini. Jadi perkumpulan kami, mengusahakan dari hulu hingga hilir.

BKM dan MujionoSEJARAH, PELUANG, DANMANFAAT GAHARU
Gaharu berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu “ aguru “ yang berarti kayu berat (tenggelam ) sebagai
produk damar atau resin dengan aroma keharuman yang khas. Gaharu sering digunakan untuk mengharumkan tubuh dengan cara fumigasi dan pada upacara ritual keagamaan. Semua gaharu dimanfaatkan oleh masyaraat Hindu di wilayah Assam, India.

Gaharu diperoleh dari sejenis tumbuhan famili Thymeleaceae dan bermarga Aquilaria, yaitu Aquilaria
agalloccha Roxb. Namun, saat ini diketahui gaharu pun dapat diperoleh dari jenis tumbuhan lain famili
Thymeleacaec, Leguminoceae, dan Euforbiaceae yang dapat dijumpai di wilayah hutan Cina, daratan Indochina (Myanmar dan Thailand ), Malay Peninsula ( Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina ), Sumatera, serta Kalimantan.

Dalam perdagangan, gaharu dikenal sebagai produk agarwood, aloewood, atau eaglewood. Rata – rata kuota yang dimiliki Indonesia sekitar 300 ton / tahun. Kuota ini diperoleh dari pembagian permintaan pasar oleh negara – negara produsen gaharu. Hanya saja hingga saat ini produksi gaharu Indonesia baru terpenuhi sekitar 10 – 20 % atau sekitar 25 – 40 ton / tahun sehingga masih sangat jauh dari kuota ekspor. Kondisi ini sangat berdampak terhadap harga jual gaharu yang saat ini mencapai Rp. 50 juta / kg.

SEJARAH RINGKAS GAHARU DI ASAHAN
Asahan adalah negeri yang sangat subur, dengan hasil pertanian, pekebunan dan hutan nya. Sebelum
manusia mengenal tentang pertanian, tentu sudah lebih dulu mengenal hasil hutan nya yang melimpah ruah pada jaman nya.” Dari keterangan I Tsing, musafir ziarah Budhis, kita ketahui beberapa berita penting mengenai kebudayaan dan perdagangan Sriwijaya. Dalam tahun 671 M ( kira kira tahun 10 H ), musafir itu berangkat dari kanton ke India muka. Pada pelayaran nya, ia sempat tinggal di Sumatera selama delapan bulan. Pada pelayarannya , I Tsing sempat tinggal di Sriwijara empat tahun lamanya ( 685 – 689 M ).

Kemudian berangkatlah ia ke Kanton dengan maksud mencari empat orang pembantunya untuk meneruskan pekerjaannya dalam lapangan pengetahuan. Baru pada tahun 695 M ia meninggalkan Sriwijaya dan pulanglah ia ke Tiongkok. Dari dua buah buku besar tulisan nya, bahwa Sriwijaya pada masa jayanya menjadi pusat pengetahuan Budhis. Berabad abad lamanya hal itu berlangsung demikian. Biksu biksu Budhis tidak kurang dari seribu orang jumlahnya. Musafir musafir Tionghoa, yang berziarah ke India muka, seringkali menumpang kapal Melayu, dari Kanton sampai ke India muka.

Dengan demikian, jelaslah Sriwijaya mempunyai Angkatan Laut sendiri. Begitu pula di buktikan, bahwa orang Melayu pada zaman itu mengambil bagian dari perdagangan ke India muka dan Tiongkok. Sebagai barang dagangan ada yangdisebut: Kapur barus, Gaharu, Kayu Cendana, Cengkeh, Sirih, Pala, Lada, Emas, Perak, dan Timah putih. Oleh penulis penulis sejarah Tiongkok disebut sebut beberapa perutusan dari Sriwijaya ke Tiongkok ”.

Tulisan ini di kutip dari buku ”Sejarah Kebudayaan Sumatera” tulisan: ” Dada Meuraxa ”.
Terbitan Firma Hasmar Medan tahun 1974.

Misi pedagang dari Malaka yang menjadi sekutu Samudera Pasai berhasil menjalin kerjasama ekonomi
dengan para saudagar Batak di sepanjang sungai Asahan. Tokoh seperti Datuk Sahilan menjadi inspirator bagi saudagar Batak untuk masuk agama Islam Di pedalaman Batak pada tahun 1450-1500 M, Islam menjadi agama resmi orang-orang Batak Toba,khususnya dari kelompok marga Marpaung yang bermukim di aliran sungai Asahan. Demikian juga halnya dengan Batak Simalungun yang bermukim di Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Bangun Purba dan Sungai Karang.

Antara tahun 1450-1818 M, kelompok marga Marpaung menjadi supplaier utama komoditas garam ke
Tanah Batak di pantai timur. Mesjid pribumi pertama didirikan oleh penduduk setempat di pedalaman Tanah Batak; Porsea, lebih kurang 400 tahun sebelum mesjid pertama berdiri di Mandailing. Menyusul setelah itu didirikan juga mesjid di sepanjang sungai Asahan antara Porsea dan Tanjung Balai. Setiap beberapa kilometer sebagai tempat persinggahan bagi musafir-musafir Batak yang ingin menunaikan sholat. Mesjid – mesjid itu berkembang, selain sebagai termpat ibadah, juga menjadi tempat transaksi komoditas perdagangan.

Dominasi pedagang muslim marga Hutagalung dalam bidang ekonomi di Tanah Batak terjadi antara 1513 – 1818 M. Komunitas Hutagalung dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan & Pahae. Marga Hutagalung di Silindung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung. Marga Hutagalung menjadi komunitas Islam syiah di pedalaman Batak. “Cuplikan ini diambil dari sejarah Syi’ar Islam di tanah batak, oleh M.O. Parlindungan.

Berarti, pada tahun 1451 masehi, orang Batak dari rumpun bermarga Marpaung, telah membangun
perekonomian nya dari Porsea sampai ke Tanjung Balai. Artinya, dari hulu hingga ke hilir sungai Asahan. Mereka sudah membangun mesjid di Porsea 400 tahun sebelum di bangunnya mesjid pertama di Tapanuli selatan. Dari Porsea hingga ke Tanjung Balai, beliau membangun tangkahan ( dermaga tepi sungai ) sekaligus mesjid setiap jarak beberapa kilo meter saja. Mesjid tersebut di jadikan sarana pertemuan / ajang perekonomian juga sarana ibadah. Diperkirakan salah satu persinggahan sekaligus pusat pemerintahan beliau di Asahan saat itu, benar benar ada di tepi sungai Asahan. Tersebutlah kampung Tualang, yang salah satu peninggalan kerajaan Asahan kuno,

sekarang berada di Kecamatan Simpang empat. Kira kira sekarang ada di sekitar desa Pisang binaya. Tidak jauh dari sana, ada kita temukan desa Sei Alim Ulu & Sei Alim Hasak di kecamatan Airbatu. Mungkin kita beranggapan, di Sei Alim itu dahulu banyak orang orang Alim ulama, tapi pendapat itu keliru, yang benar adalah di desa itu dulu sangat banyak di temukan kayu Alim. Dengan lughat / bahasa orang batak, Kayu Alim ini adalah Kayu Gaharu yang sedang kita maksud. Dari sinilah kita beranggapan, Asahan pada jaman itu sudah mengenal kayu gaharu dengan bahasa lokal kayu (Hau Alim). Dan sudah mendagangkan nya keluar negeri Asahan. Seperti kita ketahui, Tuanku Asahan pada saat itu sudah mempunyai hubungan baik dengan para saudagar dari China juga Gujarat serta Parsi. Yang mana hasil dagangannya tidak jauh beda dengan kerajaan Sriwijaya diatas.

Dari cerita diatas kita menyimpulkan, bisa saja Tuanku Asahan mempunyai pusat pemerintahan di daerah tepi sungai Asahan di kecamatan Simpang empat sekarang, bukan di Tanjung balai. Dan untuk mengambil hasil komoditas dagangan kayu gaharu nya di ambil dari sekitar Sei Alim, Airbatu.Kini gaharu sudah sangat langka di Asahan, kalau pun pernah kita jumpai hanya sekitar 5 pohon saja. Rencana kita ini akan kita manfaatkan sebagai pohon induk se Asahan. Ada 2 pohon di desa Gajah Sakti, 1 pohon

di Aek tarum ( Bandar pulau ). 2 pohon ada di dusun Margodadi, desa Danau Sijabut ( Airbatu ), yang telah berumur, paling muda 60 tahun, atau bahkan mendekati 100 tahun. Sudah sangat tua….

POTENSI DAN PELUANG GAHARU
Di Asahan kita jumpai dari jenis A. Malaccensis dan A. Microcarpa ini. Hasil produk ini selain untuk upacara ritual keagamaan (Budha dan Hindu), dapat juga sebagai hio khusus pengharum ruangan, Induk minyak wangi, pengobatan medis dan lain lain. Maka nya harga sangat menjanjikan. Harga terbagi menurut kelas dan mutu. Untuk yang terbaik, harga di Indonasia mencapai Rp 10- 35 juta / kg. Menurut informasi yang belum jelas, harga gaharu Super king di Jepang 1 kg mencapai 1 juta Yen??? (1 Yen = Rp 120an).

Dari data diatas, alam Asahan sangat memungkinkan mempunyai potensi untuk tumbuh tanaman gaharu di alam Asahan ini. Mengapa tidak kita ambil peluang ini, meskipun ini bisnis jangka menengah. Artinya, kalo kita tanam sekarang, kita akan menikmati hasil sekitar 8 tahun lagi. Untuk hasil 1 pohon, diperkirakan akan menghasilkan 3 – 5 kg super dan 30 – 50 kg non super. Kita abaikan sajakah peluang ini? Kami menghimbau kepada pemerintah, untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar hutan, juga yang paham, yang tau dan yang sadar akan penghijauan. Jangan biarkan masyarakat bodoh tentang gaharu, setelah masyarakat tau, tentu mereka ingin berinovasi sendiri.

Tidak ada salahnya apabila pemerintah memberikan sosialisasi atau penyuluhan2 dengan sistem membantu masyarakat. Misal membuat program Sekolah gaharu, Desa gaharu, Mesjid gaharu, Instansi gaharu, artinya, memanfaatkan halaman setiap sekolah, setiap balai desa, setiap mesjid, setiap kantor Instansi / swasta untuk di tanam gaharu secara gratis untuk masyarakat. Setelah dibantu, tentu masyarakat akan berpikir, apa sich gunanya tanaman gaharu ini? Bayangkan kalo kita hanya menanam 10 pohon saja untuk setiap halaman sekolah. Anak anak kita 8 tahun lagi akan merasakan hasilnya. Bukanlah kita terlalu berharap, agar anak kita akan sekolah gratis, tapi harus berharap besok anak anak kita akan sekolah dengan mutu Internasional. Tentu ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau lah kita sudah berinvestasi dari sekarang, itu tidak menjadi suatu masalah. Begitu juga dengan
mesjid, instansi, dengan tidak sengaja akan mendapatkan ”Cash back” 8 tahun kemudian.

Andaikata kita menanam 10 pohon gaharu di setiap tepi halaman Sekolah, estimasi nya 8 tahun lagi kita akan mendapat hasil sekitar 1 kg / pohon, hasilnya 10 kg, dengan harga minimal Rp 10 juta / kg. Maka kita akan mendapat hasil minimal Rp 100 juta / sekolah. Maka dengan sendiri nya, tidak ada dana BOS pun, sekolah sudah punya Biaya Operasional Sekolah sendiri. Sekolah dasar hingga ke tingkat atas maupun perguruan tinggi. Begitu juga dengan Instansi Instansi pemerintah lainnya. Tentu akan mengurangi dana APBD kita pada setiap daerah.

Maka ini bukanlah angka yang kecil, kalau memang dapat membantu pemerintah. Nah, sekarang persepsi ini kami persembahkan kepada masyarakat luas, yang mau menerima perubahan demi perubahan. Terpulang kepada masyarakat nya dan kepada pemerintahnya juga. Yang jelas program ini sudah di setujui oleh Menteri Kehutanan RI, Bapak Malam Sambat Kaban, SE, MM.

Di Asahan gaharu didataran rendah dikenal dengan sebutan kayu ’Alim, sesuai dengan bahasa rumpun
Tapanuli ( batak ). Menurut sejarah di Asahan, gaharu ini dapat tumbuh dimana mana, karena potensi alamnya yang mendukung yakni hutan dataran rendah 0 – 750 m dpl. Namun demikian, gaharu kurang senang tumbuh di tanah yang selalu terendam atau berair permanen. Sebaliknya, meskipun hidup di ketinggian mak 750 m dpl, kalau kita tanam di sekitar 1500 m dpl masih ada yang hidup, dan mampu bertahan.

Pada hal, di hutan daerah Bandar pulo, ini sering di jumpai orangtua kita jaman dahulu. Seperti daerah
Pergambiran, Maria gunung, Gonting malaha, Simonang monang, dan Aek tarum. Di kecamatan Bandar Pasir Mandoge, juga masih dapat kita jumpai sisa sisa jejak tumbuhan kayu Alim/ gaharu ini, seperti daerah Aek nagali keatas. Sungguh potensi alam Asahan cukup sesuai untuk tanaman gaharu ini.

Di Indonesia gaharu dikenal masyarakat sejak tahun 695 – an. Sebagian besar produksi hingga saat ini
masih merupakan produksi hutan secara alami. Perkembangan awal perdagangan gaharu di Indonesia ditunjukkan oleh adanya perdagangan dari Palembang ( Sriwijaya ) dan Kalimantan ke Kwang Tung, Cina. Selain Indonesia, hingga tahun 1564 gaharu pun diproduksi oleh Malaka ( Malaysia ).

Puncak perdagangan ekspor gaharu berlangsung antara tahun 1918 – 1925 dan pada masa penjajahan
Hindia Belanda dengan volume sekitar 11 ton / tahun. Setelah kemerdekaan, ekspor gaharu terus meningkat. Bahkan tujuan ekspornya tidak hanya kedaratan Cina, tetapi juga ke Korea, Jepang, Amaerika Serikat, dan beberapa negara Tmur Tengah dengan permintaan tidak terbatas. Tercatat ekspor gaharu Indonesia pada periode 1983 – 1987 sekitar 103 ton / tahun dengan nilai US$ 311.000, tahun 1990 – 1998 mencapai sekitar 165 ton ton / tahun dengan nilai US$ 2 juta, dan hingga akhir tahun 2000 mencapai 446 ton / tahun dengan nilai US$ 2,2 juta.

INFO: NAMA LAIN BAGI AGARWOOD / GAHARU
chén-xīang-bahasa Cina
jin-koh-bahasa Jepang
oud – bahasa Arab
ogoru – bahasa Assamese
gaharu – bahasa Indonesia dan Malaysia
ghara – bahasa New Guinea
trầm hương – bahasa Vietnam
agar – bahasa Hindi (India)
mai ketsana – bahasa Laos

(ASN.ABG09)

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
Asahan Budidaya Gaharu ( ABG ) dan Blogger Asahan kerjasama penanaman Gaharu di Mesjid Agung Kisaran, 9.0 out of 10 based on 2 ratings
0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Share and Enjoy

Short URL: http://asahannews.com/?p=174

Posted by on Aug 23 2009. Filed under ASAHAN, DAERAH. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

12 Comments for “Asahan Budidaya Gaharu ( ABG ) dan Blogger Asahan kerjasama penanaman Gaharu di Mesjid Agung Kisaran”

  1. Thanks my friend, atas bantuan nya..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Buat mas Muji setiap ada acara lapor ke admin Asahannews dan akan di publikasikan
    salam jurnalis

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Teruskan perjuangan dan kembangkan terus aset yang ada di kab.asahan karena saya bangga menjadi putra asahan yang telah kehilangan jati diri dr kab.ash setelah hilangnya gelar kota kerang dan walet mungkin inilah yang bisa diandalkan oleh anak cucu kita kelak

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. teruskan untuk membangun Kabupaten Aman dan Sejahtera.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. saya sekarang tinggal di jogjakarta,oh ya gimana saya dapat informasi gaharu lebih banyak lagi pada anda

    irwankurniawan
    0274-6514008

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. wah hebat. saya juga warga asahan yang berdomisili di jl. p.polim, boleh tahu di mana ya alamat kantor nya asahan gaharu, soalnya saya juga pembubidaya gaharu di medan. dan kami sudah menanam di sejumlah tempat di sumut. hubungi saya di 081260010028

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Gaharu adalah sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, memiliki kandungan damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi secara alami atau buatan pada pohon Aguilaria sp (Thymelaeaceae).

    Harga 1 Batang Pohon Agarwood bisa mencapai beberapa ribu dollar USD per kilogram, makanya Pohon Ini disebut sebagai “POHON YANG SANGAT MAHAL DI DUNIA – ”MOST EXPENSIVE TREES IN THE WORLD”

    Setelah Penyulingan Harga Minyak Gaharu Bisa Mencapai Sekitar USD 5,000 ~ USD 10,000/kg dan Setelah Dibuat Menjadi Cairan Extract Harganya Mampu Mencapai Lebih Dari USD 30,000 atau Rp. 300.000.000,- / Liter.

    Manfaat Agarwood

    1.Aktivitas Kebudayaan – Islam, Budha, Hindu
    2.Perayaan Keagamaan – Kebanyakan di Negara Islam dan Arab
    3.Wangi Parfum – Wanginya Tahan Lama Banyak Diminati di Negara Eropa Seperti Daerah Yves Saint Laurent, Zeenat dan Amourage
    4.Aroma Terapi – Menyegarkan Tubuh, Perayaan dan Undangan
    5.Kecantikan – Sabun, Shampo Yang Harum Semerbak
    6.Obat & Kesehatan – Biasa Digunakan di Pengobatan Tradisional Khususnya Dinegara China dan Jepang
    7.Koleksi Pribadi – Untuk Ruangan Besar Khusus Eksklusif

    Beberapa contoh barang jadi hasil dari kayu gaharu (agarwood)

    Kebutuhan Agarwood Dunia

    Kebutuhan dunia akan agarwood atau gaharu terus meningkat. Menurut statistik, Indonesia yang pada tahun 1995 menjadi pengexport gaharu yang cukup besar, kini nilai exportnya semakin menurun.

    Mengingat permintaan dunia akan agarwood yang terus meningkat, maka proyek Pengembangan Agarwood sangat menguntungkan ”Investment for Highest Profit”

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. ,————— Dapatkan Bonus 10 % setiap Pemesanan Bibit gaharu
    Kita Menjual Bibit GAHARU Berkualitas Untuk wilayah Pekanbaru Kota, Rengat, Bengkalis, Kab Siak, Kab Pelalawan sekitarnya HP. 0853 7624 4454. Atau ke gaharuriau@gmail.com
    Untuk wilayah Ranai, Natuna, Bunguran Barat, Bunguran Timur, P Langong, P Batang, P Sedanau, P selangor sekitarnya Hubungi Bpk. SAKIRUN HP. 0813 7233 5120. Atau ke gaharuriau@gmail.com
    Untuk wilayah Selat Panjang, Pulau Rangsang, Rangsang Barat, Merbau, Tebing Tinggi, Karimun, Karimun Besar dan Pulau Mendol sekitarnya Hubungi Bpk. BAKRI HP. 0852 7203 4833 Atau ke gaharuriau@gmail.com

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. mohon informasi alamat penyedia bibit gaharu dan harganya di asahan (kisaran)

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. Kami menyediakan bibit gaharu jenis A. Malacecis dengan harga Rp.500 /btgm.hub 087790724999

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Just Info :
    Saya ada jual bibit gaharu A. Malacencis, menggunakan paket kemitraan + Inokulasi (suntik) + Sertifikat, yang berminat dapat mengubungi no 0853 3232 3444, atau dapat langsung ke alamat :
    (PAUD BALITA MANDIRI) Dusun IV Aek Songsongan, Kec. Aek Songsongan, Asahan.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  12. Mas kalau boleh tau kemana saya harus beli bibit nya di asahan dan kemana saya harus jual alim nya .dan ada ƍäª no hp yang bisa saya hubungin.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

bisnis online
Informasi Kesehatan Lainnya :
Agung Farma

seputar_islam

Recently Commented

  • RAFIDA: Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Berdasarkan informasi dari blok ini untuk memberi kesempatan kepada...
  • iwan: Tolong di perhatikan Pak pt.sinarmas multi finance yg berkantor di bank sinar mas di lantai 4 nya,yg...
  • amri simanjuntak bam: maju terus ,jgn sampai keadilan berhenti demi asahan jernih en bersih
  • Rahasia Membersihkan Keramik Rumah: WEW .. HEBAT … !!!! .. Informasi yang sangat bermanfaat nih .. Salut buat...
  • kerja: tidur siang memang ga selamanya buruk