September 16th, 2009
All About Handphone
Dari anak-anak TK sampai oma/opa, pasti mengenal benda yang satu ini. Bentuknya kecil dapat dibawa kemana-mana dan fungsi utamanya sebagai alat komukasi jarak jauh – dekat (jadi ingat biskota, jauh-dekat tarifnya sama). Keberadaan handphone di Indonesia sekitar 15 tahun yang lalu, mulai booming dipakai oleh semua kalangan sekitar 5 tahun yang lalu. Istilah lainnya adalah telepon genggam, telepon selular atau disingkat HP.
Saya sendiri baru memiliki handphone setelah Mei 1998. Sebelumnya saya merasa belum perlu memiliki handphone karena pada saat itu tarif pulsa masih sangat mahal. Saat kejadian Mei 1998, saya berada di kantor, berulang kali mencoba keluarga melalui telepon biasa, tetapi gagal, tidak tersambung atau selalu terdengar nada sibuk. Akhirnya saya memutuskan membeli handphone pertama yang fungsinya hanya bisa SMS (Short Message Service) dan telepon saja.
Dengan berkembangnya teknologi handphone, saat ini fungsi handphone tidak sekedar untuk alat komunikasi saja, tetapi dapat digunakan untuk browsing, email, chatting, photo, video, 3G, games, musik, radio, screensaver. bluetooth, inframerah, map bahkan handphone juga dapat berfungsi sebagai juri dalam suatu acara idol atau kompetisi lainnya yang sejenis, dengan cara mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya dan handphone juga dapat menerima beragam informasi terkini secara berkala dengan mengetik REG ……..
Jenis handphone ada GSM dan CDMA dan gabungan keduanya 1 unit handphone bisa GSM dan GSM. Harga handphone sangat bervariasi mulai dari seratus ribuan sampai dengan puluhan jutaan rupiah. Toko handphone mulai berjamuran mulai dari kios di sekitar rumah tinggal sampai di mal mewah, ditambah dengan kios-kios yang hanya menjual pulsa isi ulang berserta asesoris handphone, Saya pernah melewati suatu kawasan di bilangan Jakarta Pusat, di mana dengan jarak kurang lebih 10 meter terdapat banyak sekali pedagang yang menjual pulsa isi ulang dengan lemari kaca mini. Pengisian pulsa isi ulang bermacam-macam, mulai beli kartu isi ulang, transfer elektronik, lewat Ajungan Tunai Mandiri (ATM) maupun transfer dari teman (yang ini bisa gratis lho). Asesoris telephone juga beragam berupa cover telephone, aneka chasing mulai dari yang lucu sampai yang elegan, dompet dari kain sampai kulit, gantungan handphone yang mungil dan imut. Ringtone yang sangat bervariasi dari bunyi sederhana kring sampai dengan suara penyanyi terkenal dari mancanegara serta nada tunggu yang dapat diganti setiap saat dari operator handphone.
Sebuah trade centre di bilangan Roxy, Jakarta. Di mana pada saat awal berdirinya trade center ini menjual aneka busana, sepatu, tas dan food court. Dengan berjalannya waktu, sekitar 90 % dari toko-toko yang berada di trade center ini menjual handphone berserta asesorisnya. Bahkan saat ini menjadi ikon pusat handphone di Indonesia. Biaya pulsa handphone semakin lama semakin murah, ada yang Rp. 5 / detik, Rp. 1.000 / hari berapa kali telepon dalam sehari dan yang tarif sebesar Rp. 00000,1 / detik setelah pembicaraan kesekian menit dan banyak lagi variasi tarif lainnya. Sekarang banyak sekali orang yang mempunyai lebih dari 2 unit handphone, 1 handphone GSM, 1 handpone CDMA dan beberapa nomor handpone. Selepas jam kantor, nomor handphone pun berubah. Iklan-iklan di televisi mengenai handphone dan perang tarif antara operator, juga bermunculan hampir di semua stasiun televisi.
Tadi pagi, saya mendengar iklan di radio, bahwa saat ini sudah ada asuransi telephone untuk kerusakan yang diluar tanggungan pabrik handphone, besarnya premi per tahun adalah 3 % dari harga handphone, dengan minimal premi sebesar Rp. 12.000 / tahun.
Ada cerita lain di balik handphone, pada suatu hari saya berserta teman-teman sedang meeting yang dihadiri oleh boss besar. Saat semua peserta serius menyimak penjelasan dari boss, tiba-tiba suara terdengar kukuruyuk………kukuruyuk…….. suara kokok ayam jantan yang begitu nyaring dari handphone milik seorang teman. Kontan saja secara serentak semua peserta meeting kecuali boss tersenyum simpul, sambil mata memandang satu dengan yang lainnya, sementara teman yang punya handphone menjadi salah tingkah. Teman saya yang baru mempunyai bayi, merekam suara tangis bayi ooooa…….. oooooa……. sebagai ringtonenya. Kebetulan handphone teman saya cukup aktif, sehingga ringtonenya agak mengganggu konsentrasi kerja teman yang lainnya. Tiap kali teman saya tidak berada di ruangan, teman-temannya menyeletuk…. kemana sich si ibu, bayinya nangis terus minta susu.
Pengalaman lainya, suatu hari saya mengikuti acara pelatihan di mana suara dering handphone dirubah ke mode silence. Begitu selesai mengikuti acara, ternyata terdapat banyak sekali miscall yang masuk ke handphone dan SMS yang belum sempat dibalas. Belum lagi kalau pada saat sore menjelang malam, sudah bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba ada SMS dari boss yang minta agar laporan “dadakan” harus di email malam ini juga. Jadi batal dech pulang cepat.
Cerita yang lainnya, ada seorang pembantuku, sering sekali menggunakan handhone pada dini hari selama berjam-jam, yang cukup mengganggu ketenangan tidur. Ternyata ia selalu memanfaatkan freetalk untuk telepon ke kampung halamannya. Untungnya setelah libur lebaran, pembantuku tidak balik lagi, sehingga saya bisa tidur pulas. Pembantuku yang sekarang juga punya handphone sebanyak 2 unit dan beberapa kartu pra-bayar, yang katanya kalau telepon ke kampung pakai nomor ini, sedangkan untuk telepon pagi hari pakai nomor yang lainnya dan nomor yang satunya khusus untuk kirim SMS dan ia hafal semuai promosi tarif pulsa.
Hasil pengamatan di waktu senggang, tukang sampah yang lewat depan rumah, ber telepon ria menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanan menyapu daun-daun yang berguguran di depan rumah, tukang cendol yang asik ber SMS ria, bahkan kita bisa memesan mobil kancil (semacam bajaj) via SMS, nanti supir mobil kancil bisa menjemput kita, beli nasi goreng (gerobak) dengan SMS. Pembantu / baby sitter yang sedang menunggu bubaran anak sekolah juga asik berSMS dan bertelepon ria sambil sekali-kali memamerkan kecanggihan handphone kepada temannya. Para pramuniaga yang sedang menjaga stand pameran, asik berphoto ria bersama teman-temannya dengan kamera handphone.
Baru-baru ini di kantor saya, ada peraturan tidak boleh menyuruh office boy untuk membeli makanan di jam kantor, akibatnya pada pagi hari sebelum jam masuk kantor, si office boy banyak menerima SMS dari staff-staff yang minta dibelikan makanan. Ada lagi teman kantor saya yang menjual pulsa isi ulang elektronik, bayar setelah gajian. Omzetnya cukup besar sekitar puluhan juta dalam satu bulan dan staff ini juga melayani pesanan handphone secara kredit. Sayangnya sekarang ada peraturan dari kantor tidak boleh jualan, akhirnya staff tersebut tidak bisa jualan lagi.
