Pemkab Asahan Ikut Tolak Kenaikan Harga BBM
KISARAN – Pemkab Asahan ambil bagian dalam penolakan atas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 April mendatang. Pemkab Asahan akan menyampaikan tuntutan rakyat yang menolak kenaikan harga BBM ke pemerintah pusat, secara tertulis.
Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, di hadapan mahasiswa dan masyarakat yang menggelar unjukrasa, Kamis (29/3) menegaskan, pemkab siap menyampaikan desakan masyarakat Asahan yang menolak kenaikan harga BBM ke pemerintah pusat.
”Buat pernyataan tertulis berisikan penolakan masyarakat Asahan mengenai kenaikan harga BBM! Sebab akan menimbulkan ekses yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian masyarakat kecil,” ujar Taufan.
Taufan menuturkan, jika benar masyarakat Asahan merasa dirugikan dengan naiknya harga BBM, maka Pemkab Asahan siap menjadi perantara untuk menyampaikan surat pernyataan berisi keberatan rencana kenaikan harga BBM kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab, tidak seorang pun pemimpin, termasuk kepala daerah, yang membiarkan rakyatnya sengsara.
“Buat suratnya, pemkab akan menambahi pengantar surat walau isi surat protes menolak rencana kenaikan harga BBM. Pemkab siap melakukan apa saja asal untuk kesejahteraan rakyat dan tdak melanggar aturan,” tukas Taufan.
Taufan tidak membantah jika sebelumnya pemkab mendukung rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM. Sebab mereka yakin hal itu sudah melalui kajian yang cukup matang.
“Pemkab Asahan berdasarkan aturan, berada pada koridor pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah pusat harus didukung. Sebelumnya pemkab menyebut mendukung kenaikan harga BBM dan mau tak mau harus mengamankan kebijakan itu. Tapi kalau rakyat berkeinginan lain, yakni menolak kenaikan haga BBM, maka pemkab ikut ambil bagian untuk menyampaikan tuntutan ke pemerintah pusat,” tegas Taufan.
Sebelumnya, mahasiswa menggelar aksi teatrikal di halaman kantor Bupati Asahan. Dalam aksi teatrikal, seorang pengunjukrasa dengan pakaian kumuh dan membawa dua jerigen kecil tempat BBM. Tiba-tiba satu unit mobil Toyota Kijang melintas di halaman kantor bupati Asahan. Mobil yang platnya telah disulap menjadi plat merah itu langsung didatangi lelaki kumuh sembari menghentikan laju kendaraan. Tiba-tiba dari mobil turun beberapa orang dan langsung melakukan penganiayaan. Meski lelaki yang membawa dua jerigen itu mengiba meminta jerigen miliknya diisi BBM, tapi yang turun dari mobil tak peduli, malah menganiaya dan mengeluarkan kata-kata hinaan.
Teatrikal itu merupakan sindiran kepada pejabat yang berada di dalam mobil yang memperlihatkan keangkuhan tanpa ada rasa belas kasihan kepada si miskin yang meminta BBM.
Rudiansyah, Husni Mustofa, Didit Satria Tanjung, Nasrun, dan Fatmawati Siagian ketika berorasi meminta ketegasan Pemkab Asahan mengenai rencana kenaikan harga BBM.
Turunkan SBY-Boediono
Di Batubara, ratusan mahasiswa dalam orasinya terus menghujat pemerintahan SBY-Boediono yang lebih takut terhadap intervensi asing, sehingga menaikkan harga BBM. “Bakar dan turunkan SBY-Boedino karena telah menyengsarakan rakyat!” kata mahasiswa dalam orasinya.
M Zein, salah seorang orator ketika berdemo di kantor Bupati Batubara meminta Pemkab Batubara menolak kebijakan pemerintah pusat yang berencana menaikkan harga BBM.
Sementara di DPRD Batubara, mahasiswa memaksa anggota dewan menandatangani surat pernyataan menolak kenaikan harga BBM.
Mendapat desakan dari mahasiswa, anggota DPRD Batubara Efendi Tanjung, Al’ashari, Usman, dan Amat Muktasdan Nafiar bersama-sama menandatangani surat pernyataan menolak harga BBM naik. (van/ck-1)
sumber : metrosiantar.com
fhoto : Teatrikal yang dipertunjukkan saat berunjuk rasa di depan kantor Bupati Asahan, Kamis (29/3). (Foto:Irvan Nasution)
Share and Enjoy
Short URL: http://asahannews.com/?p=30816



